oleh

Festival Usai, Sampah Jangan Tinggal,Personel DLH Konawe Bersihkan Pesisir Lalimbue

-Konawe-106 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Puncak pelaksanaan Kemah Bakti dan Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026 di kawasan pesisir Kabupaten Konawe tidak hanya menyuguhkan kemeriahan kegiatan wisata, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Di penghujung rangkaian festival, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe kembali menunjukkan komitmennya menjaga kawasan pesisir dengan menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Lalimbue, Desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Minggu (30/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pengembangan sektor pariwisata, khususnya wisata bahari, dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

Sejumlah jajaran DLH Konawe turun langsung ke kawasan pesisir. Dengan menggunakan armada pengangkut sampah, personel bergerak menyisir area pantai untuk mengumpulkan berbagai sampah yang ditinggalkan maupun berserakan di sekitar lokasi kegiatan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa keberhasilan sebuah festival wisata tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung, tetapi juga dari bagaimana kawasan wisata tetap terjaga kebersihan dan kelestariannya setelah kegiatan berakhir.

DLH Tekankan Wisata Bahari Harus Sejalan dengan Lingkungan

Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026 yang berlangsung di kawasan pesisir Lalimbue, Tombawatu hingga Batu Gong sejak awal tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi potensi wisata.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir dari ancaman sampah dan kerusakan lingkungan.

Bagi DLH Konawe, kebersihan pantai bukan sekadar persoalan estetika. Kawasan pesisir memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi salah satu aset daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Syahrul, SKM., MM., mengatakan pengembangan destinasi wisata harus dibarengi dengan kesadaran kolektif seluruh pihak dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa wisata yang maju harus berjalan beriringan dengan lingkungan yang bersih dan terjaga. Pantai ini adalah aset kita bersama. Kalau kita ingin kawasan ini terus berkembang dan menjadi destinasi wisata yang menarik, maka kebersihan dan kelestarian lingkungannya harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Syahrul.

Menurutnya, aksi bersih-bersih yang dilakukan DLH Konawe tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial karena bertepatan dengan pelaksanaan festival.

Lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi publik untuk mendorong masyarakat membangun kebiasaan menjaga lingkungan, khususnya dalam mengelola sampah yang dihasilkan selama berada di kawasan wisata.

Festival Berakhir, Kepedulian Lingkungan Jangan Ikut Berakhir

Syahrul menegaskan bahwa kebersihan kawasan wisata harus menjadi tanggung jawab bersama dan tidak boleh hanya dilakukan ketika ada kegiatan besar.

Ia berharap momentum Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026 dapat meninggalkan pesan yang lebih panjang bagi masyarakat, yakni pentingnya menjadikan kebersihan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai setelah festival selesai, kepedulian terhadap lingkungan juga selesai. Justru setelah kegiatan ini kita berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh. Mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya, bukan hanya ketika ada kegiatan atau festival,” tegasnya.

Pesan tersebut dinilai penting mengingat kawasan pesisir Lalimbue dan wilayah sekitarnya tengah didorong untuk menjadi salah satu kawasan wisata bahari yang memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Semakin berkembangnya aktivitas wisata tentu akan berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah pengunjung. Karena itu, persoalan pengelolaan sampah harus menjadi perhatian sejak awal agar pertumbuhan pariwisata tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.

Menjaga Pantai, Merawat Masa Depan Wisata Konawe

Pengembangan wisata bahari tidak dapat dipisahkan dari agenda pelestarian lingkungan.

Pantai yang bersih tidak hanya menghadirkan pemandangan yang lebih indah bagi wisatawan, tetapi juga menjadi investasi ekologis untuk menjaga ekosistem pesisir dan memastikan kawasan tersebut tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Festival Wisata Bahari Bersahaja sendiri menjadi salah satu momentum Pemerintah Kabupaten Konawe untuk memperkenalkan potensi kawasan pesisir sekaligus mendorong aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dengan potensi wisata yang dimiliki, kawasan pesisir Konawe diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat lokal tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Syahrul menegaskan, kegiatan menjaga kebersihan harus terus dilanjutkan meskipun seluruh rangkaian festival telah selesai.

“Festival boleh berakhir. Kemah boleh dibongkar. Namun pesan menjaga lingkungan harus terus hidup,” ujarnya.

Ia menambahkan, komitmen menjaga kawasan pesisir merupakan bagian dari upaya membangun pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Konawe.

“Dari Pantai Lalimbue, DLH Konawe menegaskan satu komitmen bahwa merawat pesisir hari ini untuk memastikan wisata bahari Konawe tetap indah, sehat, dan berkelanjutan di masa mendatang,” tutupnya.

Aksi bersih Pantai Lalimbue di penghujung Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026 pun menjadi pengingat bahwa kemajuan pariwisata tidak cukup hanya dengan membangun dan mempromosikan destinasi.

Menjaga kebersihan, merawat lingkungan, serta membangun kesadaran masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masa depan wisata bahari Konawe.

Laporan: Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *