oleh

Gas Subsidi Langka di Konawe, Warga Keluhkan Antrean Panjang dan Harga Melambung

-Konawe-127 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) kembali menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Dalam beberapa pekan terakhir, warga mengaku semakin sulit mendapatkan gas melon di sejumlah pangkalan resmi maupun kios pengecer.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus berupaya lebih keras untuk memperoleh LPG subsidi yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Tidak sedikit warga yang terpaksa berkeliling ke berbagai wilayah bahkan hingga ke kecamatan lain hanya untuk mendapatkan satu tabung gas elpiji 3 kg.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, stok LPG subsidi di beberapa pangkalan kerap habis dalam waktu singkat setelah pasokan tiba.

Situasi ini menyebabkan banyak masyarakat tidak kebagian dan harus mencari alternatif lain dengan membeli dari pengecer yang menjual dengan harga lebih tinggi.

Salah seorang warga Kecamatan Wawotobi yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah beberapa hari mengalami kesulitan memperoleh elpiji subsidi.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas rumah tangga karena gas menjadi kebutuhan pokok untuk memasak setiap hari.

“Di pangkalan sering kosong. Kalaupun ada, harus antre panjang. Terpaksa beli di pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal karena kebutuhan memasak tidak bisa ditunda,” ungkapnya, Senin (8/6/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan warga di beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Konawe. Mereka mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar akibat melonjaknya harga LPG subsidi di tingkat pengecer.

Kondisi ini dinilai semakin membebani masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga menduga persoalan distribusi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kelangkaan LPG 3 kg di sejumlah wilayah.

Mereka berharap ada pengawasan yang lebih ketat terhadap proses penyaluran agar gas subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima.

Masyarakat pun meminta PT Pertamina Patra Niaga bersama instansi terkait untuk segera turun langsung melakukan pemantauan di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan pasokan LPG subsidi tersalurkan secara merata dan tidak terjadi penumpukan maupun penyimpangan distribusi.

Selain itu, warga juga mendesak Pemerintah Kabupaten Konawe untuk segera berkoordinasi dengan Pertamina, agen, serta pangkalan penyalur guna mengidentifikasi penyebab utama kelangkaan yang terjadi.

Menurut mereka, pemerintah perlu mengambil langkah cepat agar distribusi LPG 3 kg dapat kembali normal dan tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau memang ada kendala distribusi, harus segera dijelaskan kepada masyarakat. Jangan sampai kondisi ini terus berlarut-larut karena yang paling dirugikan adalah warga,” kata seorang warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera memberikan solusi konkret terhadap persoalan tersebut. Pasalnya, LPG 3 kg merupakan kebutuhan vital bagi sebagian besar rumah tangga, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina terkait penyebab kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Konawe.

Warga pun masih menunggu langkah nyata dari pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan pasokan gas subsidi kembali normal.

Laporan : Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *