oleh

Jumat Bersih DLH Konawe Sasar Jalan dan Taman, PNS hingga PPPK Ambil Bagian di Sejumlah Titik

-Konawe-160 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kembali mengintensifkan gerakan kebersihan lingkungan melalui kegiatan Jumat Bersih yang melibatkan seluruh aparatur di lingkup DLH, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penuh Waktu (FW), hingga PPPK Paruh Waktu (PW).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri (GIA), sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, seluruh personel DLH Konawe diarahkan untuk turun langsung ke sejumlah titik yang telah ditentukan. Pembagian lokasi dan tanggung jawab dilakukan berdasarkan bidang serta unit kerja agar pelaksanaan kegiatan berlangsung terarah, efektif, dan menjangkau kawasan yang menjadi sasaran pembersihan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLH Konawe, Syahrul, S.KM., M.M., menegaskan bahwa kegiatan Jumat Bersih merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pemerintahan, sekaligus memastikan gerakan kebersihan dilaksanakan secara nyata melalui keterlibatan seluruh personel.

Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat.

Melalui pelaksanaan GIA, DLH Konawe berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan kerja, ruang publik, hingga kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Dalam agenda Jumat Bersih tersebut, DLH Konawe membagi personel ke dalam beberapa kelompok kerja dengan sasaran lokasi yang berbeda.

Pertama, Jalan S. Parman menuju Jalan Sao-Sao menjadi lokasi kegiatan yang ditangani oleh Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3).

Kedua, Taman Permata menjadi tanggung jawab Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium.

Ketiga, Taman Perkantoran ditangani oleh jajaran Sekretariat DLH Konawe bersama Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Sementara itu, keempat, kawasan Ring 2 dan Ring 3 menjadi sasaran kegiatan yang dilaksanakan oleh Satgas Rentes sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan.

Pembagian lokasi tersebut dimaksudkan agar setiap bidang dan unit kerja memiliki tanggung jawab yang jelas dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga pembersihan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan menyeluruh.

Selain membersihkan sampah yang ditemukan di lokasi kegiatan, para personel juga diarahkan untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk kebersihan area publik dan penataan kawasan agar tetap terjaga.

Keterlibatan berbagai bidang dalam satu kegiatan diharapkan dapat memperkuat koordinasi internal DLH Konawe sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kebersihan.

Plt. Kepala DLH Konawe, Syahrul, S.KM., M.M., menekankan pentingnya partisipasi seluruh personel tanpa membedakan status kepegawaian, baik PNS, PPPK Penuh Waktu, maupun PPPK Paruh Waktu.

Keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun semangat kebersamaan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Pelaksanaan Jumat Bersih melalui Gerakan Indonesia Asri ini membutuhkan keterlibatan seluruh personel DLH Konawe. Baik PNS, PPPK Penuh Waktu maupun PPPK Paruh Waktu, semuanya memiliki peran dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” demikian penegasan yang sejalan dengan arahan kegiatan DLH Konawe.

Syahrul juga mendorong agar pelaksanaan kegiatan tidak hanya dipandang sebagai rutinitas, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kualitas ruang publik.

Melalui pembagian tugas berdasarkan bidang, setiap personel diharapkan dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik serta mengutamakan kerja sama selama kegiatan berlangsung.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Jumat Bersih, seluruh porsenil diminta membawa peralatan kerja masing-masing, berupa sapu, karung, serta arit atau sabit.

Peralatan tersebut digunakan untuk membantu proses pembersihan sesuai kebutuhan di masing-masing lokasi. Dengan kesiapan perlengkapan kerja, setiap kelompok diharapkan dapat melaksanakan tugas secara optimal.

Kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan lapangan, terutama karena sasaran pembersihan tersebar di beberapa kawasan dengan karakteristik yang berbeda.

DLH Konawe juga menempatkan koordinasi antarbidang sebagai salah satu unsur penting agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan sesuai pembagian tanggung jawab.

Gerakan Indonesia Asri menjadi salah satu upaya untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata melalui keterlibatan aktif berbagai unsur.

Di tingkat daerah, pelaksanaan gerakan tersebut membutuhkan konsistensi dan kerja sama antara perangkat daerah, petugas lapangan, serta masyarakat.

Melalui kegiatan Jumat Bersih, DLH Konawe berupaya memperkuat budaya gotong royong sekaligus memberikan contoh bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

Kawasan jalan, taman, dan lingkungan perkantoran yang menjadi sasaran kegiatan memiliki fungsi penting sebagai ruang publik maupun kawasan penunjang aktivitas pemerintahan. Karena itu, kebersihannya perlu dijaga secara berkelanjutan.

Upaya tersebut juga membutuhkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga fasilitas umum, serta berpartisipasi dalam kegiatan pemeliharaan lingkungan.

Keterlibatan ASN dan seluruh personel DLH Konawe diharapkan dapat menjadi penggerak bagi tumbuhnya kesadaran lingkungan yang lebih luas.

Dengan pembagian tugas yang terarah, kesiapan peralatan, serta keterlibatan seluruh unsur kepegawaian, kegiatan Jumat Bersih diharapkan mampu mendukung pelaksanaan GIA sekaligus memperkuat komitmen DLH Konawe dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan di Kabupaten Konawe.

Melalui gerakan yang dilakukan secara bersama-sama, DLH Konawe mendorong agar kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Laporan : Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *