oleh

DLH Konawe Latih Operator TPS3R Mataiwoi, Siapkan SDM Andal Kelola Sampah Berbasis Teknologi

-Konawe-52 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi operator Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Mataiwoi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan pembekalan teknis pengoperasian mesin pemilah sampah yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 23–25 September 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel 3 Putra dan fasilitas TPS3R Mataiwoi tersebut bertujuan menyiapkan tenaga operator yang terampil, profesional, serta memiliki pemahaman teknis dalam mengoperasikan mesin pemilah sampah secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen DLH Konawe dalam mendukung optimalisasi fasilitas pengolahan sampah sekaligus mendorong penerapan sistem pengelolaan persampahan yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

Plt. Kepala DLH Konawe, Syahrul, S.KM., M.M., mengatakan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan pengoperasian fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi.

Menurutnya, keberadaan mesin pemilah sampah di TPS3R Mataiwoi harus diimbangi dengan kesiapan tenaga operator yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai.

“Pengadaan dan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia. Operator tidak hanya dituntut mampu mengoperasikan mesin, tetapi juga memahami prosedur penggunaan, keselamatan kerja, serta pemeliharaan peralatan agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Syahrul, Jumat (25/9/2026).

### Pelatihan Tiga Hari, Peserta Diberi Materi hingga Praktik Langsung

Syahrul menjelaskan, pembekalan teknis tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan mengombinasikan penyampaian materi, praktik lapangan, hingga evaluasi kemampuan peserta.

Pada hari pertama, Rabu (23/9/2026), peserta mendapatkan pembekalan materi dasar mengenai fungsi, mekanisme kerja, serta tata cara pengoperasian mesin pemilah sampah.

Materi tersebut menjadi landasan bagi para operator untuk memahami cara kerja peralatan sebelum memasuki tahapan praktik secara langsung.

Selanjutnya, pada hari kedua, Kamis (24/9/2026), peserta mengikuti simulasi penggunaan dan pengoperasian mesin pemilah sampah di lapangan.

Dalam tahapan ini, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan materi yang telah diterima sekaligus mengenali proses kerja mesin, termasuk prosedur pengoperasian yang harus diperhatikan selama kegiatan berlangsung.

Sementara pada hari ketiga, Jumat (25/9/2026), peserta mengikuti ujian tertulis mengenai penggunaan dan pengoperasian mesin pemilah sampah.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi dan pembekalan teknis yang telah diberikan selama pelatihan.

Melalui tahapan tersebut, DLH Konawe berharap para operator tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan teknis dalam menjalankan tugas operasional di TPS3R Mataiwoi.

### Optimalkan TPS3R Mataiwoi, Kurangi Sampah ke TPA

Lebih lanjut, Syahrul menegaskan bahwa penguatan kompetensi operator merupakan langkah strategis untuk mendukung optimalisasi fungsi TPS3R Mataiwoi sebagai fasilitas pengolahan sampah yang mengedepankan prinsip pengurangan, pemilahan, dan pemanfaatan kembali sampah.

Menurutnya, kemampuan operator dalam menjalankan mesin secara benar akan berpengaruh terhadap efektivitas proses pengolahan sampah.

Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan operasional sehari-hari.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan selama tiga hari ini, seluruh peserta memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai dalam mengoperasikan mesin pemilah sampah secara benar, aman, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengoperasian fasilitas pengolahan sampah secara optimal diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Dengan demikian, keberadaan TPS3R Mataiwoi tidak hanya menjadi fasilitas pendukung pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem persampahan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kabupaten Konawe.

“Dengan SDM yang semakin terampil, kami optimistis TPS3R Mataiwoi dapat beroperasi lebih optimal, mendorong pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, serta mewujudkan sistem pengelolaan sampah Konawe yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada kelestarian lingkungan,” tutup Syahrul.

### Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Pelatihan operator ini menjadi salah satu langkah DLH Konawe dalam memastikan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga pengelola.

Kesiapan SDM, pemahaman prosedur kerja, serta penerapan keselamatan dan pemeliharaan peralatan menjadi aspek penting agar mesin pemilah sampah dapat digunakan secara efektif dalam jangka panjang.

Melalui penguatan kapasitas operator TPS3R Mataiwoi, DLH Konawe berharap pengelolaan sampah di daerah tersebut semakin optimal, sekaligus mendukung upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Laporan: Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *