oleh

Bukan Seremonial,DLH Konawe Kerahkan Ratusan ASN Bersihkan Bahu Jalan hingga RTH

-Konawe-174 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Gerakan menjaga kebersihan lingkungan di Kabupaten Konawe terus digencarkan. Setelah sebelumnya turun langsung membersihkan kawasan pesisir Pantai Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, dalam rangkaian Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe kembali bergerak menyasar kawasan perkotaan dan pusat pemerintahan.

Melalui Gerakan Indonesia Asri (GIA), jajaran DLH Konawe mengerahkan ratusan aparatur untuk melakukan pembersihan dan penataan lingkungan di sejumlah titik strategis, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar kawasan perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe serta sejumlah ruas dan fasilitas publik yang membutuhkan penanganan kebersihan.

Bukan sekadar kegiatan seremonial, personel DLH Konawe turun langsung ke lapangan untuk memastikan kawasan publik tetap dalam kondisi bersih, tertata dan nyaman.

Sejumlah sasaran menjadi perhatian, mulai dari bahu jalan, drainase, ruang terbuka hijau (RTH), hingga perintisan dan pemangkasan rumput liar yang mulai tumbuh di sejumlah titik.

Gerakan ini sekaligus menunjukkan bahwa agenda kebersihan di Kabupaten Konawe terus diarahkan menjadi kegiatan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

DLH Konawe tidak ingin kebersihan hanya menjadi perhatian ketika daerah menggelar kegiatan besar. Sebaliknya, pemeliharaan lingkungan harus dilakukan secara rutin agar ruang publik tetap terawat.

Dari Pantai Lalimbue, Kini Menyasar Pusat Pemerintahan

Sebelumnya, DLH Konawe bersama berbagai unsur terlibat dalam aksi bersih-bersih kawasan Pantai Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, sebagai bagian dari rangkaian Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026.

Usai kegiatan tersebut, perhatian DLH Konawe tidak berhenti di kawasan pesisir.

Melalui GIA, sasaran kebersihan diperluas ke kawasan pusat pemerintahan dan sejumlah fasilitas publik.

Bahu jalan yang terdapat sampah, drainase yang mulai dipenuhi material dan rumput liar, serta RTH yang membutuhkan penataan menjadi bagian dari pekerjaan jajaran DLH Konawe.

Pembersihan dilakukan dengan menyisir sejumlah area secara langsung. Personel tidak hanya mengumpulkan sampah yang terlihat di permukaan, tetapi juga melakukan penataan lingkungan di sekitar kawasan tersebut.

Rumput liar yang dianggap mengganggu estetika kawasan dirintis dan dipangkas, sementara area drainase dibersihkan agar tidak tertutup sampah maupun material yang berpotensi menghambat aliran air.

Langkah tersebut dinilai penting karena kebersihan kawasan pemerintahan bukan hanya berkaitan dengan keindahan, tetapi juga mencerminkan wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Kawasan perkantoran yang bersih dan tertata diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan administrasi maupun keperluan lainnya.

Syahrul: GIA Bukan Sekadar Mengangkat Sampah

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Syahrul, S.KM., MM., menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri harus dilaksanakan sebagai gerakan nyata dan bukan sekadar agenda bersih-bersih yang dilakukan sesaat.

Menurutnya, keterlibatan langsung ratusan ASN DLH Konawe di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga ruang publik.

“Gerakan Indonesia Asri bukan hanya tentang mengangkat sampah. Ini tentang membangun budaya dan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih harus dirawat setiap hari, bukan hanya ketika ada kegiatan atau momentum tertentu,” tegas Syahrul.

Ia menjelaskan, kebersihan tidak boleh berhenti setelah sampah dikumpulkan dan diangkut.

Menurutnya, lingkungan yang telah dibersihkan harus terus dipelihara agar kondisi tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

Terlebih setelah pelaksanaan kegiatan besar yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak, persoalan sampah harus ditindaklanjuti dengan pemeliharaan kawasan.

“Kita tidak ingin setelah masyarakat berkegiatan, sampah kemudian ditinggalkan. Pemerintah harus hadir. Tetapi kehadiran pemerintah juga harus diikuti kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Bahu Jalan dan Drainase Jadi Perhatian

Dalam pelaksanaan GIA kali ini, bahu jalan dan drainase menjadi salah satu sasaran penting.

Bahu jalan yang tidak terawat dapat mengganggu estetika kawasan. Sementara drainase yang dipenuhi sampah maupun rumput liar berpotensi menghambat aliran air.

Karena itu, personel DLH melakukan penyisiran dan pembersihan pada titik-titik tersebut.

Selain itu, RTH di sekitar kawasan perkantoran juga mendapat perhatian. Penataan dilakukan agar ruang hijau tetap terlihat rapi dan memberikan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat maupun aparatur yang beraktivitas di kawasan pemerintahan.

“Kalau bahu jalan bersih, drainase tidak tersumbat, RTH tertata dan rumput tidak dibiarkan liar, maka wajah Konawe akan terlihat berbeda. Ini yang ingin kita bangun bersama: Konawe yang bersih, asri dan nyaman,” kata Syahrul.

Ratusan ASN DLH Turun Langsung

Pengerahan ratusan ASN DLH Konawe menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Para personel bekerja secara langsung di sejumlah titik dengan melakukan pembersihan, pengumpulan sampah, penyisiran bahu jalan, pembersihan area drainase, penataan RTH hingga perintisan rumput.

Keterlibatan aparatur secara langsung juga menjadi bentuk keteladanan bahwa pemerintah tidak hanya mengeluarkan kebijakan mengenai kebersihan, tetapi ikut berada di lapangan untuk melaksanakannya.

Syahrul menilai persoalan lingkungan membutuhkan kerja kolektif.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kebersihan, mengangkut sampah dan melakukan penataan. Namun, keberhasilan menjaga lingkungan tetap bersih sangat bergantung pada perilaku seluruh masyarakat.

DLH Konawe Dorong Perubahan Perilaku

Gerakan Indonesia Asri juga dimaknai sebagai bagian dari kampanye perubahan perilaku masyarakat.

Sebab, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan melakukan pembersihan secara berkala.

Jalan yang sudah dibersihkan dapat kembali dipenuhi sampah apabila masyarakat masih membuang sampah sembarangan.

Begitu pula dengan drainase yang telah dibersihkan. Jika sampah kembali dibuang ke saluran air, maka dalam waktu tertentu drainase dapat kembali tersumbat.

Karena itu, DLH Konawe mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan dan budaya sehari-hari.

“Kami bisa membersihkan, kami bisa mengangkut dan menata. Tetapi menjaga agar tetap bersih adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai pemerintah bekerja membersihkan, tetapi masyarakat kembali mengotori,” ujar Syahrul.

Menurutnya, budaya hidup bersih harus dibangun dari kesadaran bersama, bukan hanya karena adanya kegiatan pemerintah, penilaian lingkungan, maupun momentum tertentu.

Menuju Konawe Bersih, Asri dan Nyaman

Syahrul berharap Gerakan Indonesia Asri dapat terus berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen daerah.

Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan dan berbagai kelompok lainnya diharapkan mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita ingin kebersihan menjadi budaya. Bukan karena takut ditegur, bukan karena ada penilaian, tetapi karena kita sadar bahwa lingkungan yang bersih adalah kebutuhan kita semua,” pungkasnya.

Gerakan tersebut sekaligus mempertegas langkah DLH Konawe untuk tidak hanya menangani sampah ketika sudah menjadi persoalan.

Lebih dari itu, DLH berupaya membangun pola pemeliharaan lingkungan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Dari kawasan pesisir hingga pusat pemerintahan, semangat yang dibangun tetap sama, yakni menjadikan kebersihan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Konawe.

Aksi bersih Pantai Lalimbue menjadi salah satu momentum penting dalam menjaga kawasan wisata bahari. Sementara gerakan menyisir bahu jalan, drainase dan RTH perkantoran menunjukkan bahwa pemeliharaan lingkungan juga harus dilakukan di pusat aktivitas pemerintahan dan ruang publik.

Pesan yang ingin dibangun pun semakin jelas: Konawe tidak cukup hanya bersih sesaat, tetapi harus dirawat setiap saat.

Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita membangun Konawe Bersahaja, dengan lingkungan yang bersih, hijau, tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Laporan: Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *