oleh

DLH Konawe Tak Mau MoU Jadi Seremonial, Sampah Terpilah Puskesmas Tawanga Dijemput Langsung

-Konawe-65 views

SULTRAONE.com.KONAWE — Komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan mulai menunjukkan langkah nyata. Tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konawe kini turun langsung menjemput sampah yang telah dipilah dari Puskesmas Tawanga.

Penjemputan sampah terpilah tersebut dilakukan pada Jumat (31/7/2026), sebagai tindak lanjut implementasi kerja sama antara DLH Konawe dan Puskesmas Tawanga dalam pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di Kabupaten Konawe. Sampah tidak lagi dipandang sebagai satu kesatuan yang langsung dibuang, tetapi dipisahkan terlebih dahulu berdasarkan jenisnya untuk kemudian mendapatkan penanganan sesuai karakteristik masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, sampah dari lingkungan Puskesmas Tawanga telah dipisahkan menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah yang sudah terpilah tersebut kemudian dijemput oleh petugas DLH Konawe untuk dikelola lebih lanjut.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Syahrul, SKM., MM, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bukti bahwa kerja sama yang telah dibangun bersama Puskesmas Tawanga tidak berhenti sebatas dokumen administrasi.

Menurutnya, keberadaan MoU harus mampu menghasilkan kegiatan yang benar-benar memberikan dampak terhadap pengelolaan lingkungan.

“Hari ini kami mulai mengimplementasikan perjanjian kerja sama dengan Puskesmas Tawanga melalui penjemputan langsung sampah yang telah dipilah. Ini bukan sekadar pengangkutan sampah, tetapi bagian dari membangun sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya,” ujar Syahrul.

Ia berharap pola tersebut dapat menjadi contoh bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya di Kabupaten Konawe.

“Kami berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya yang ada di Kabupaten Konawe,” tambahnya.

Sampah Dipilah Sejak dari Sumber

Syahrul menjelaskan, pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan salah satu kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif.

Ketika sampah organik dan anorganik sudah dipisahkan sejak awal, proses pengelolaan berikutnya menjadi lebih mudah. Sampah organik dapat diarahkan untuk proses pengolahan, sementara sampah anorganik tertentu masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali maupun didaur ulang.

Dengan pola tersebut, jumlah sampah yang akhirnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan.

“Keberhasilan program pengelolaan sampah sangat bergantung pada kedisiplinan seluruh pihak dalam melakukan pemilahan sampah sejak awal,” jelasnya.

DLH Konawe juga memberikan apresiasi kepada jajaran Puskesmas Tawanga yang telah mulai menerapkan pemilahan sampah secara konsisten.

Menurut Syahrul, kolaborasi antara instansi pemerintah dan fasilitas pelayanan publik menjadi salah satu strategi penting untuk membangun kesadaran lingkungan secara lebih luas.

“Kami mengapresiasi Puskesmas Tawanga yang telah menunjukkan komitmennya dalam menerapkan pemilahan sampah. Ke depan, pola kerja sama seperti ini akan terus kami perluas ke puskesmas-puskesmas, sekolah, hingga instansi lainnya agar budaya memilah sampah menjadi kebiasaan bersama,” katanya.

Puskesmas Tawanga Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tawanga, Juliaty Razak, SKM., M.Kes, menyambut baik implementasi kerja sama tersebut.

Ia menilai penjemputan langsung sampah terpilah oleh DLH Konawe memberikan kemudahan sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Puskesmas Tawanga untuk terus menjaga konsistensi pemilahan sampah.

“Kami menyambut baik implementasi kerja sama ini. Dengan adanya penjemputan langsung dari DLH Konawe, kami semakin termotivasi untuk menjaga konsistensi pemilahan sampah organik dan anorganik di lingkungan puskesmas,” ungkapnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan lingkungan fasilitas kesehatan yang bersih, sehat dan aman.

“Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam menciptakan fasilitas pelayanan kesehatan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan,” sambungnya.

Juliaty menambahkan, jajaran tenaga kesehatan dan pegawai Puskesmas Tawanga telah diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumber.

Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan baru di lingkungan puskesmas, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pegawai dan pengguna fasilitas kesehatan.

DLH Konawe Dorong Perluasan Kerja Sama

Implementasi kerja sama DLH Konawe dan Puskesmas Tawanga ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan sampah.

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan publik memiliki aktivitas setiap hari yang menghasilkan berbagai jenis sampah. Karena itu, pengelolaan sejak dari sumber menjadi langkah penting untuk memastikan sampah dapat ditangani secara tepat.

Melalui pemilahan, pengangkutan terjadwal, serta pengelolaan berdasarkan jenis sampah, diharapkan timbulan sampah yang masuk ke TPA dapat semakin berkurang.

Ke depan, pola kerja sama tersebut berpotensi diperluas ke berbagai fasilitas pelayanan publik lainnya di Kabupaten Konawe.

DLH Konawe tidak hanya mendorong masyarakat untuk memilah sampah, tetapi juga mulai membangun contoh dari lingkungan pemerintahan dan fasilitas pelayanan masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, efektif dan berkelanjutan.

Implementasi kerja sama DLH Konawe dan Puskesmas Tawanga akhirnya memberikan pesan penting: MoU tidak boleh berhenti sebagai dokumen, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

Dengan kolaborasi tersebut, pengurangan timbulan sampah, peningkatan potensi daur ulang, serta pembentukan budaya memilah sampah diharapkan terus berkembang demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan menuju Konawe Bersahaja.

Laporan ; Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *