oleh

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, DLH Konawe Kerahkan 8 Tim P3K Bersihkan Sampah di Sejumlah Titik Strategis

-Konawe-110 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Tahun 2026 sekaligus mendukung suksesnya Program Gerakan Indonesia Asri (GIA), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe akan melaksanakan kerja bakti massal di sejumlah titik yang dinilai masih membutuhkan penanganan sampah secara intensif, terpadu, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang akan dimulai pada Jumat (6/6/2026) tersebut melibatkan seluruh personel DLH Konawe yang dibagi ke dalam delapan kelompok kerja P3K. Aksi bersih-bersih ini difokuskan pada kawasan jalan utama, ruang publik, serta sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi penumpukan sampah liar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe melalui Kepala Bidang Kebersihan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, Agus Salim, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

“Sehubungan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup dan juga dalam upaya menyukseskan Program GIA, mulai besok kami akan melaksanakan kerja bakti di berbagai titik wilayah yang masih memerlukan penanganan sampah secara intensif, bersama-sama dan berkesinambungan,” ujar Agus Salim.

Menurutnya, untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, terarah, dan mencapai hasil maksimal, DLH Konawe telah membagi personel ke dalam delapan kelompok kerja yang sebelumnya telah ditetapkan berdasarkan wilayah tugas masing-masing.

Kelompok 1 dan Kelompok 2 akan bertugas menyisir sampah di sepanjang Jalan 40, mulai dari kawasan GOR hingga Bundaran Ban atau persimpangan menuju Pasar Asinua. Pembagian wilayah kerja dilakukan dengan sistem sisi jalan, di mana Kelompok 1 bertugas di sisi kiri dan Kelompok 2 di sisi kanan jalan.

Petugas akan fokus melakukan pemungutan, penyapuan, dan pembersihan berbagai jenis sampah seperti kertas, plastik, botol minuman, gelas plastik, kaleng bekas, hingga ranting-ranting kayu yang berserakan di sepanjang jalan.

Selain itu, tim juga akan membersihkan tumpukan sampah liar yang ditemukan di lokasi kerja.

Untuk mendukung efektivitas kegiatan, petugas diminta membawa perlengkapan kerja berupa karung atau kantong sampah, sapu, sendok sampah, arit atau sabit bagi petugas taman, serta gancu atau garu khusus untuk mengangkat sampah dalam jumlah besar.

Adapun kendaraan pendukung yang disiapkan untuk wilayah ini yakni Viar Ambekairi dan Viar Asambu.

Sementara itu, Kelompok 3 dan Kelompok 4 akan melakukan penyisiran sampah di Jalan 40 jalur dua, mulai dari Bundaran Ban hingga persimpangan Kantor Lurah Toriki atau area workshop.

Sistem kerja dan perlengkapan yang digunakan sama seperti kelompok sebelumnya. Untuk mendukung mobilisasi sampah hasil pembersihan, disiapkan kendaraan Viar Lalosabila dan Viar Tuoy.

Selanjutnya, Kelompok 5 dan Kelompok 6 akan bertugas membersihkan kawasan mulai dari persimpangan Lapak Ikan Monapa hingga Rumah Jabatan Bupati Konawe.

Kelompok 5 akan bekerja di sisi kiri jalan, sedangkan Kelompok 6 bertanggung jawab di sisi kanan jalan menuju rumah jabatan bupati.

Di lokasi tersebut, petugas akan melakukan pembersihan menyeluruh terhadap sampah rumah tangga, sampah plastik, hingga material lain yang mengganggu estetika lingkungan.

Kegiatan ini didukung kendaraan operasional berupa Viar Tumpas, Viar Puunaha, dan Viar ICP.

Sementara itu, Kelompok 7 dan Kelompok 8 akan bergerak membersihkan sampah di sepanjang jalur mulai dari Bundaran Rahabangga hingga batas Kota Unaaha.

Pembagian tugas dilakukan dengan sistem sisi kiri dan kanan jalan guna memastikan seluruh area dapat terjangkau secara optimal.

Agus Salim menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan kesadaran seluruh elemen masyarakat agar budaya hidup bersih dapat terus terpelihara.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Menjaga lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab bersama demi menciptakan Konawe yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui aksi kerja bakti serentak tersebut, DLH Konawe optimistis wajah Kota Unaaha dan sekitarnya akan semakin bersih, asri, serta menjadi representasi daerah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Laporan : Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *