oleh

PTBI Sultra 2025,BI Ungkap Arah Ekonomi 2026, Inflasi Terkendali dan Pertumbuhan Sultra Lampaui Nasional

-Konawe-28 views

SULTRAONE.com.Kendari – Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara kembali menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Provinsi Sulawesi Tenggara 2025 secara hybrid, yang dipusatkan di Aula Wakatobi, Kantor Perwakilan BI Sultra. Agenda strategis ini menghadirkan para pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Sultra, Yuni Nurmalawati, Wakil Ketua II DPRD Sultra Herry Asiku, Deputi Kepala BI Sultra Thathit Suryono, kepala daerah se-Sultra, pimpinan lembaga, instansi pemerintah, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Dalam pemaparannya, Deputi Kepala KPwBI Sultra Edwin Permadi menyampaikan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian memasuki tahun 2025. Konflik geopolitik berkepanjangan di Timur Tengah kembali mengganggu rantai pasok dunia, ditambah kebijakan tarif dagang Amerika Serikat yang melemahkan sentimen pelaku usaha global. Situasi ini berdampak pada penurunan konsumsi, naiknya pengangguran, serta terganggunya kinerja ekspor negara-negara besar seperti Tiongkok dan Jepang.

Meski begitu, ekonomi Eropa menunjukkan pemulihan lebih baik dari perkiraan, sementara lembaga global seperti IMF, Bank Dunia, dan BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 di kisaran 2,3–3,2%.

Indonesia dipandang tetap kuat menghadapi tekanan global. Konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta ekspor—termasuk ekspor jasa—menjadi penopang utama ketahanan ekonomi nasional. Inflasi nasional juga terjaga dengan baik, didukung rendahnya inflasi inti dan terkendalinya imported inflation.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 berada pada rentang 4,7–5,5%, dan meningkat pada 2026 didorong sinergi kebijakan fiskal–moneter, stabilitas harga, dan proyek strategis pemerintah.

Pada level regional, wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mencatat pertumbuhan positif 4,96% (yoy) pada Triwulan III 2025. Namun yang paling menonjol adalah Provinsi Sulawesi Tenggara, yang tumbuh 5,65% (yoy) atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh industri pengolahan berbasis ekspor serta meningkatnya konsumsi rumah tangga. Selain itu, inflasi Sultra pada Oktober 2025 juga kembali masuk ke target sasaran melalui strategi 4K dan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Kinerja positif ini turut diikuti peningkatan aktivitas ekonomi digital. BI Sultra mencatat 23,29 juta transaksi QRIS selama 2025, dengan jumlah merchant yang terus bertambah secara signifikan.

BI memproyeksikan perekonomian Sultra tumbuh lebih tinggi pada 2026. Sektor pertanian diprediksi semakin kuat melalui ekstensifikasi lahan, sementara industri pengolahan logam dasar diperkirakan mengambil peran sentral dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik. Selain itu, pembangunan kawasan industri strategis yang terus berlanjut menjadi katalis pertumbuhan baru.

Meski demikian, Bank Indonesia mengingatkan potensi risiko inflasi seiring meningkatnya daya beli masyarakat. Karena itu, sinergi kebijakan seluruh stakeholders menjadi kunci menjaga stabilitas.

“BI akan terus memperkuat kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Deputi Kepala BI Sultra Thathit Suryono.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten II Setda Sultra Yuni Nurmalawati membacakan sambutan Gubernur Sultra yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemda dan Bank Indonesia.

Pemprov Sultra menyampaikan apresiasi atas:

Peran aktif BI dalam pengendalian inflasi,

Penguatan rantai pasok dan pemantauan harga,

Fasilitasi pasar murah (GPM),

Pengembangan klaster pangan,

Dukungan terhadap UMKM dan ekosistem halal,

Peningkatan inklusi keuangan,

Percepatan digitalisasi melalui ETPD dan QRIS, hingga seluruh pemda di Sultra menjadi kategori Digital.

“Seluruh capaian ini merupakan bukti kuatnya kemitraan strategis yang perlu terus ditingkatkan menuju Sulawesi Tenggara yang maju dan berdaya saing,” bunyi sambutan Gubernur.

PTBI 2025 juga dirangkaikan dengan penyerahan BI Sultra Award kepada 18 Mitra Strategis KPwBI Sultra sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam penguatan ketahanan dan kebangkitan ekonomi daerah.

KPwBI Sultra menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dan sinergi lebih kuat bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholders dalam membangun perekonomian Sultra yang tangguh, modern, dan berdaya saing tinggi.(Red/SO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *