oleh

Bupati Konawe Pimpin Upacara HUT PGRI ke-80,Tekankan Penguatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru di Era Digital

-Konawe-973 views

SULTRAONE.com.Konawe – Pemerintah Kabupaten Konawe menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Konawe tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST, dan berjalan khidmat dengan dihadiri ratusan guru dari berbagai kecamatan.

Mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, peringatan tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Konawe untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Bupati Yusran Sampaikan Amanat Menteri: Pemerintah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kompetensi Guru

Dalam amanatnya, Bupati Yusran Akbar membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Menteri mengajak seluruh insan pendidikan untuk bersyukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga bangsa Indonesia tetap kuat, bersatu, dan terus bergerak maju.

Pemerintah pusat, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, disebut telah mengambil berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualifikasi dan kesejahteraan guru.

Pada tahun 2025, pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi para guru yang belum menempuh pendidikan D.IV/S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini menyasar 12.500 guru di seluruh Indonesia.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi, antara lain:

Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Pelatihan Bimbingan Konseling

Pelatihan Deep Learning

Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial

Pelatihan Kepemimpinan Sekolah

Serta sejumlah pelatihan lain untuk memperkuat kapasitas pendidik

Insentif dan Tunjangan Guru Meningkat, Pemerintah Pastikan Transfer Langsung ke Rekening

Guna meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah memberikan sejumlah tunjangan, seperti:

Rp2 juta per bulan untuk tunjangan sertifikasi guru non-ASN

Satu kali gaji pokok bagi guru ASN

Insentif Rp300 ribu per bulan bagi guru honorer

Seluruh bantuan diberikan secara langsung ke rekening masing-masing guru untuk memastikan transparansi dan tepat sasaran.

Meskipun demikian, Menteri mengakui bahwa berbagai insentif ini masih belum sepenuhnya memenuhi harapan. Karenanya, pemerintah akan meningkatkan kebijakan di tahun 2026, di antaranya:

Pembukaan beasiswa untuk 150.000 guru

Kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp.400 ribu per bulan

Pengurangan beban administrasi guru

Penghapusan kewajiban mengajar 24 jam

Penetapan satu hari khusus belajar bagi guru dalam sepekan

Kebijakan tersebut diharapkan membuat guru lebih fokus pada tugas utama sebagai pendidik profesional.

Tantangan Guru di Era Digital: Pemerintah Gandeng Polri Lindungi Guru

Pada era digitalisasi dan globalisasi saat ini, beban guru semakin kompleks. Para pendidik menghadapi tantangan berat mulai dari perilaku hedonis dan materialistis, tekanan sosial, hingga masalah akademik dan moral di kalangan siswa, termasuk ketergantungan gawai dan judi online.

Untuk memberikan perlindungan hukum kepada guru, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kapolri terkait penerapan restorative justice bagi guru yang berhadapan dengan murid, orang tua, atau lembaga swadaya masyarakat dalam konteks tugas pendidikan.

Guru Agen Peradaban, Orang Tua Tetap Pemegang Peran Primer

Menteri menegaskan bahwa guru merupakan agen pembelajaran dan peradaban yang memiliki tugas membangun nalar kritis, mencerdaskan karakter, serta membentuk akhlak mulia siswa. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih menghargai perjuangan guru dan memperkuat kolaborasi dalam mendidik anak-anak.

Dalam amanatnya, Menteri juga menyampaikan lima nasihat Presiden Prabowo Subianto kepada para murid:

1. Belajarlah yang baik

2. Cintai ayah dan ibu

3. Hormati guru

4. Rukun dengan teman

5. Cintai tanah air dan bangsa

Ia menegaskan bahwa doa dan restu guru memiliki pengaruh besar terhadap masa depan para siswa.

Dihadiri Jajaran Forkopimda dan Ratusan Guru, Upacara Berlangsung Meriah

Upacara HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025 ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pengurus PGRI, kepala sekolah, serta ratusan guru dari seluruh wilayah Konawe. Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada guru berprestasi serta penampilan siswa sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendidik.

Pemerintah Kabupaten Konawe berharap peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan semangat baru bagi guru-guru di Konawe untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing daerah.(Red/SO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *