oleh

DPC PDI Perjuangan Konawe Gerakkan Program Merawat Pertiwi, Bangun Dua Titik Teba untuk Pengelolaan Sampah

-Konawe-89 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Konawe melaksanakan Program Gerakan Merawat Pertiwi melalui kegiatan Pekan Peduli Sampah dengan membangun dua titik Teba sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang mendorong seluruh jajaran partai di daerah untuk mengambil bagian dalam gerakan pelestarian lingkungan, khususnya melalui aksi nyata pengurangan dan pengelolaan sampah.

Dalam pelaksanaannya, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Konawe menetapkan dua lokasi pembangunan Teba. Titik pertama berada di Kelurahan Ambekairi, sedangkan titik kedua berlokasi di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha.

Pembangunan dua titik Teba tersebut menjadi bagian dari komitmen DPC PDI Perjuangan Konawe untuk menerjemahkan gerakan kepedulian lingkungan menjadi kegiatan nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Konawe, Rusdianto, SE., MM., mengatakan bahwa kegiatan Pekan Peduli Sampah merupakan bentuk pelaksanaan instruksi DPP PDI Perjuangan sekaligus wujud kepedulian partai terhadap persoalan lingkungan.

Menurut Rusdianto, menjaga kelestarian lingkungan tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi harus diwujudkan dengan tindakan konkret yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Program Gerakan Merawat Pertiwi ini merupakan tindak lanjut dari arahan DPP PDI Perjuangan. Kami di tingkat cabang berupaya menerjemahkan arahan tersebut melalui kegiatan nyata, salah satunya dengan melaksanakan Pekan Peduli Sampah dan membangun dua titik Teba di Kabupaten Konawe,” ujar Rusdianto.

Ia menjelaskan, penentuan lokasi di Kelurahan Ambekairi dan Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, merupakan bagian dari upaya memperluas gerakan kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat.

Rusdianto berharap keberadaan Teba tersebut dapat dimanfaatkan secara baik dan menjadi salah satu sarana untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, terutama sampah organik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan mengelola sampah dari lingkungan masing-masing. Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kesadaran dan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rusdianto menekankan bahwa Gerakan Merawat Pertiwi bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun agenda yang dilaksanakan untuk memenuhi instruksi organisasi. Namun, gerakan tersebut diharapkan menjadi bentuk kepedulian berkelanjutan terhadap kelestarian alam dan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Karena itu, gerakan peduli sampah perlu terus dibangun melalui edukasi, pembiasaan, serta aksi nyata di tingkat kelurahan maupun lingkungan tempat tinggal.

Melalui pembangunan dua titik Teba tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Konawe berharap semangat Pekan Peduli Sampah dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menangani sampah dan tidak menjadikan lingkungan sebagai tempat pembuangan sampah sembarangan.

Program Gerakan Merawat Pertiwi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap persoalan lingkungan di Kabupaten Konawe, sejalan dengan kebutuhan menciptakan kawasan permukiman yang bersih dan berkelanjutan.

DPC PDI Perjuangan Konawe berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas, sehingga upaya menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi menjadi budaya bersama.

Dengan mengusung semangat Gerakan Merawat Pertiwi, DPC PDI Perjuangan Konawe menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari tindakan sederhana, dilakukan bersama, dan dijaga secara berkelanjutan.

Laporan : Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *