oleh

Warisan Leluhur Jadi Fokus Milad ke-5 Tahun TWK, Ketum TWK Asrif Banasuru Terima Tiga Gelar Adat

-Konawe-150 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Tamalaki Wonua Konawe (TWK) memperingati hari ulang tahun atau Milad ke-5 dengan menggelar kegiatan bertema “5 Tahun Bersama Budaya dan Tradisi, Menjaga dan Melestarikan Warisan Leluhur Suku Tolaki.” Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penganugerahan gelar adat kepada Ketua Umum TWK, Asrif Banasuru, sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan komitmen dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Tolaki.

Kegiatan yang dipusatkan di Markas Besar Tamalaki Wonua Konawe (Mabes Tanuko) itu menjadi momentum penting bagi keluarga besar TWK untuk memperkuat persatuan, mempererat hubungan antargenerasi, serta meneguhkan tanggung jawab dalam merawat warisan leluhur Suku Tolaki di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Peringatan Milad ke-5 tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi. Melalui tema yang diusung, TWK menegaskan bahwa keberadaan organisasi adat memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai budaya, menghormati sejarah, serta meneruskan tradisi kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Kegiatan itu dibuka oleh Iptu Andi Aco Baso yang hadir mewakili Kapolres Konawe. Kehadiran perwakilan kepolisian dalam acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mengedepankan penghormatan terhadap adat dan budaya lokal.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan konvoi menuju makam Raja Lakidende. Rombongan kemudian melaksanakan ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Konawe.

Ziarah tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian Milad ke-5 TWK. Selain mengenang jasa dan sejarah para leluhur, kegiatan itu juga mengandung pesan agar generasi saat ini tidak melupakan akar sejarah dan identitas budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tolaki.

Salah satu agenda utama dalam peringatan Milad ke-5 Tamalaki Wonua Konawe adalah penganugerahan gelar adat kepada Ketua Umum TWK, Asrif Banasuru.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Asrif Banasuru menerima penganugerahan gelar adat dari pihak Kerajaan Laiwoy yang di berikan langsung Pym. H.R.H. Endri Irwan Tekaka Sao Sao.

Selain itu, penganugerahan gelar adat Kerajaan Konawe kepada Asrif Banasuru juga disampaikan oleh Ketua Umum DPP LAT, Dr. H. Lukman Abunawas, S.H., M.Si., M.H., yang diwakili Dr. Andrian Tawai, S.Sos., M.Si.

Penganugerahan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Milad ke-5 TWK. Bagi organisasi yang bergerak dalam pelestarian adat dan budaya, penghargaan adat tidak hanya berkaitan dengan kehormatan yang diterima seseorang, tetapi juga dapat menjadi pengingat mengenai tanggung jawab untuk terus menjaga nilai-nilai tradisi dan marwah budaya leluhur.

Melalui momentum tersebut, keluarga besar Tamalaki Wonua Konawe diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk mempertahankan identitas budaya Tolaki, menjaga hubungan dengan sejarah Kerajaan Konawe, serta mendorong generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai adat istiadat daerahnya.

Ketua Umum Tamalaki Wonua Konawe, Asrif Banasuru, menyampaikan terima kasih atas penganugerahan gelar adat yang diberikan kepadanya dalam rangkaian peringatan Milad ke-5 TWK.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi keluarga besar Tamalaki Wonua Konawe untuk semakin mencintai, menjaga, mengangkat, dan melestarikan marwah adat Tolaki.

Ia menegaskan bahwa adat dan budaya merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga bersama. Tanggung jawab tersebut bukan hanya berada pada tokoh adat atau pengurus organisasi, melainkan juga menjadi kewajiban generasi penerus yang ingin memastikan tradisi tetap hidup di tengah masyarakat.

Asrif berharap penganugerahan gelar adat tersebut dapat memperkuat semangat seluruh keluarga besar TWK dalam menjalankan tugas organisasi, terutama dalam upaya mempertahankan nilai-nilai luhur budaya Tolaki.

Ia juga memandang momentum Milad ke-5 sebagai kesempatan untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pelestarian budaya membutuhkan komitmen, keteladanan, dan keterlibatan seluruh anggota organisasi.

Dengan demikian, gelar adat yang diterima tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi TWK untuk terus berkontribusi dalam menjaga kehormatan dan kelangsungan adat istiadat masyarakat Tolaki.

Memasuki usia lima tahun, Tamalaki Wonua Konawe diharapkan terus mengambil peran dalam memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Tolaki, terutama kepada generasi muda yang akan menjadi penerus tradisi di masa mendatang.

Tema Milad ke-5 yang mengangkat kebersamaan dengan budaya dan tradisi mencerminkan pentingnya menjaga kesinambungan antara sejarah, identitas, dan kehidupan masyarakat masa kini.

Pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Upaya tersebut juga memerlukan pengenalan sejarah kepada generasi muda, penghormatan terhadap tokoh-tokoh adat, pemahaman terhadap nilai-nilai tradisi, serta penerapan sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam konteks itu, kegiatan ziarah ke makam Raja Lakidende menjadi pengingat akan pentingnya menghormati sejarah dan mengenang tokoh-tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan masyarakat Konawe.

Sementara itu, penganugerahan gelar adat kepada Asrif Banasuru menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang menempatkan penghormatan terhadap tradisi sebagai salah satu pesan utama organisasi.

Melalui peringatan Milad ke-5 ini, Tamalaki Wonua Konawe menegaskan tekad untuk terus menjaga warisan leluhur, memperkuat kecintaan terhadap adat Tolaki, dan membangun kesadaran bahwa budaya merupakan identitas yang harus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Lima tahun perjalanan TWK diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas kontribusi organisasi dalam pelestarian adat dan budaya di Konawe. Semangat tersebut sejalan dengan pesan utama peringatan Milad, yakni menjaga tradisi bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi memastikan warisan leluhur tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat pada masa kini dan masa depan.

Laporan : Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *