oleh

Tekan Emisi dan Perkuat Kebijakan Lingkungan, DLH Konawe Gelar FGD Inventarisasi Gas Rumah Kaca

-Konawe-178 views

SULTRAONE.com, KONAWE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK). Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kecamatan Unaaha tersebut menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi sumber emisi sekaligus memperkuat dasar perencanaan kebijakan lingkungan di daerah.

FGD ini dihadiri sejumlah perwakilan kecamatan di Kabupaten Konawe. Hadir sebagai narasumber, Sri Joko Wahyu Hendro, S.E., M.Si., perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Konawe.

Penyusunan dokumen inventarisasi GRK merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran mengenai sumber dan besaran emisi yang dihasilkan dari berbagai aktivitas dan sektor. Data tersebut nantinya diharapkan menjadi landasan dalam menentukan langkah pengendalian emisi serta mendukung upaya penanganan perubahan iklim di Kabupaten Konawe.

Dalam pemaparannya, Sri Joko Wahyu Hendro menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penyusunan inventarisasi GRK.

Menurutnya, data dari berbagai sektor memiliki peran penting untuk mengidentifikasi sumber emisi dan menghitung besaran gas rumah kaca yang dihasilkan di wilayah Kabupaten Konawe.

Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan kerja sama antarlembaga agar proses pengumpulan data berjalan secara optimal. Setiap pemangku kepentingan diharapkan dapat berkontribusi menyediakan informasi sesuai tugas dan sektor masing-masing.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai penting agar dokumen inventarisasi yang dihasilkan tidak hanya memuat data yang lengkap, tetapi juga mampu menggambarkan kondisi daerah secara lebih menyeluruh.

Diskusi berlangsung interaktif dengan adanya pertanyaan dari perwakilan Kecamatan Unaaha dan Kecamatan Morosi. Pembahasan tersebut menyoroti proses penyusunan dokumen inventarisasi GRK serta pentingnya peran pemerintah kecamatan dalam mendukung penyediaan data lingkungan di wilayah masing-masing.

Melalui sesi tanya jawab, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai mekanisme inventarisasi emisi gas rumah kaca, termasuk pentingnya data sektoral sebagai bahan analisis dalam menentukan sumber emisi.

Peran pemerintah kecamatan menjadi salah satu aspek penting karena informasi yang tersedia di tingkat wilayah dapat membantu pemerintah daerah memperoleh gambaran kondisi lapangan secara lebih terperinci.

Dengan dukungan data yang memadai, proses identifikasi sumber emisi diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga rekomendasi kebijakan yang disusun nantinya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Kabupaten Konawe.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Syahrul, S.KM., M.M., berharap pelaksanaan FGD tersebut dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam mendukung penyusunan Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca Kabupaten Konawe.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak sangat diperlukan agar proses pengumpulan data dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan dokumen yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan program lingkungan.

Penyusunan inventarisasi GRK tidak hanya berorientasi pada pendataan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memahami permasalahan emisi di daerah. Melalui hasil inventarisasi tersebut, pemerintah dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai sektor-sektor yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pengendalian emisi.

Dokumen ini diharapkan dapat memperkuat landasan perencanaan program lingkungan hidup sekaligus mendukung pembangunan daerah yang memperhatikan aspek keberlanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Konawe, Edy Mangkere, S.T., M.PWK, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan dan penyusunan inventarisasi GRK untuk mengidentifikasi berbagai sumber emisi di wilayah Kabupaten Konawe.

Ia menegaskan, inventarisasi tersebut merupakan langkah awal untuk mengetahui sumber-sumber emisi yang berasal dari berbagai aktivitas dan sektor. Setelah data terkumpul, hasilnya akan dianalisis sebagai dasar penyusunan rekomendasi mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Jadi, saat ini kami sedang menyusun dan mendata sumber-sumber yang menyebabkan timbulnya emisi. Dari data tersebut, nantinya kita bisa memberikan rekomendasi mengenai langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Edy menjelaskan, proses inventarisasi membutuhkan pendataan yang terarah agar sumber-sumber emisi dapat dikenali berdasarkan aktivitas dan kondisi di lapangan.

Dengan mengetahui sumber emisi serta kontribusinya, pemerintah daerah diharapkan dapat menentukan prioritas penanganan secara lebih tepat. Langkah tersebut juga penting agar rekomendasi pengurangan emisi tidak hanya bersifat umum, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah.

Ia menambahkan, proses identifikasi akan menjadi dasar bagi DLH dalam merumuskan langkah strategis untuk mendukung pengendalian emisi di Kabupaten Konawe.

“Rencananya, ke depan kita akan melihat dan mengidentifikasi apa saja yang menjadi sumber emisi. Setelah sumber-sumbernya diketahui dan datanya terkumpul, kita bisa menyusun rekomendasi mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi tersebut,” jelasnya.

Edy berharap penyusunan Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca dapat membantu Pemerintah Kabupaten Konawe memperoleh data yang lebih terarah mengenai sumber emisi di daerah.

Menurutnya, ketersediaan data yang akurat menjadi faktor penting dalam menentukan langkah pengendalian emisi. Tanpa dukungan data yang memadai, pemerintah akan kesulitan menetapkan prioritas program dan mengukur kebutuhan penanganan berdasarkan kondisi sebenarnya.

Karena itu, sinergi antara DLH, Bappeda, pemerintah kecamatan, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk mendukung kelengkapan data serta meningkatkan kualitas dokumen yang disusun.

Hasil inventarisasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pengendalian pencemaran lingkungan, menyusun program pengurangan emisi, dan memperkuat upaya penanganan perubahan iklim di tingkat daerah.

Melalui penyusunan dokumen ini, DLH Konawe mendorong agar kebijakan lingkungan ke depan semakin didukung oleh data yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Konawe yang berwawasan lingkungan, berkelanjutan, serta mampu menghadapi tantangan perubahan iklim secara lebih terencana.

Dengan demikian, inventarisasi gas rumah kaca diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendataan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi rekomendasi dan strategi nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Konawe.

Laporan : Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *