oleh

GIA DLH Konawe Makin Masif, Seluruh P3K Dikerahkan Bersihkan Sejumlah Kawasan di Titik Strategis

-Konawe-24 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kembali mengintensifkan kegiatan Gerakan Indonesia Asri (GIA) dengan mengerahkan seluruh personel Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk melakukan pembersihan di sejumlah titik strategis.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DLH Konawe menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam penanganan sampah dan penataan ruang terbuka hijau (RTH).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Konawe, Syahrul, S.KM., M.M., mengatakan kegiatan GIA dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Kamis dengan melibatkan personel dari berbagai bidang di lingkungan DLH.

Menurutnya, pembagian personel dilakukan berdasarkan bidang dan titik lokasi yang telah ditentukan. Dengan pola tersebut, kegiatan pembersihan diharapkan dapat berlangsung lebih terarah dan seluruh kawasan yang menjadi sasaran dapat tertangani secara maksimal.

“Setiap Selasa dan Kamis DLH tetap turun untuk melakukan pembersihan. Kami membagi personel dari setiap bidang untuk menangani titik-titik yang sudah ditentukan,” kata Syahrul.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah lokasi menjadi sasaran pembersihan, mulai dari kawasan food court, Gedung Wekoila, RTH sekitar perkantoran pemerintah, area belakang kantor DLH hingga kawasan TPST dan Jembatan Timbang.

Personel Sekretariat DLH Konawe mendapat tugas melakukan pembersihan di kawasan food court.

Sasaran utama kegiatan di lokasi tersebut adalah sampah plastik yang masih ditemukan di sekitar kawasan serta melakukan perentesan terhadap tumbuhan atau semak yang dinilai mengganggu kebersihan dan kerapian lingkungan.

Personel yang diturunkan juga diwajibkan membawa peralatan pendukung, seperti mesin rentes, sapu, sabit dan sekopang, sehingga proses pembersihan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Sementara itu, personel dari Bidang Amdal dan UPTD Laboratorium ditugaskan membersihkan area halaman luar Gedung Wekoila.

Pembersihan difokuskan pada pengangkutan dan penanganan sampah plastik yang berada di sekitar halaman gedung.

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, personel yang ditugaskan di area Gedung Wekoila membawa peralatan berupa sapu dan kantong plastik.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan sampah yang telah dikumpulkan dapat langsung dipisahkan dan diangkut sehingga tidak kembali berserakan di kawasan tersebut.

Di lokasi lainnya, Satgas Penebangan ditugaskan melakukan pembersihan di kawasan Kantor Bappeda.

Kegiatan difokuskan pada pembersihan ranting pohon dan potongan kayu yang berada di sekitar lokasi, khususnya di area belakang kantor PKK dan PMI.

Personel yang bekerja di area RTH Kantor Bappeda juga dibekali peralatan kerja berupa parang dan gancu untuk mendukung proses pembersihan dan penataan kawasan.

Selain kegiatan kebersihan, DLH Konawe juga melakukan pekerjaan pendukung berupa pemasangan tiang listrik di kawasan TPST hingga Jembatan Timbang.

Pekerjaan ini menjadi bagian dari penataan dan pembenahan kawasan agar fasilitas pendukung di lokasi pengelolaan sampah dapat berfungsi dengan baik.

DLH juga melakukan pembersihan tebang kayu yang berada di belakang kantor DLH Konawe. Untuk pekerjaan tersebut digunakan mobil dump truck (DT), dengan personel yang diturunkan berasal dari PNS Dinas Lingkungan Hidup.

Sementara itu, Satgas Rentes juga dikerahkan untuk melakukan penataan vegetasi di sejumlah kawasan RTH.

Satgas Rentes dibagi menjadi delapan kelompok untuk menjangkau beberapa titik secara bersamaan.

Kelompok 1, 2, 3 dan 4 ditugaskan di area RTH pada pintu masuk depan kantor Dinas P3A, termasuk sisi kanan RTH di depan kantor BPKAD.

Sedangkan Kelompok 5, 6, 7 dan 8 mendapat tugas di pintu masuk depan kantor Dinas P3A, khususnya sisi kiri RTH Kantor BPKAD.

Pembagian kelompok tersebut dilakukan agar proses perentesan dan penataan tanaman dapat berjalan lebih efektif tanpa mengurangi cakupan wilayah yang menjadi sasaran kegiatan.

Untuk memastikan kegiatan berjalan efektif, DLH Konawe juga mewajibkan setiap personel membawa peralatan kerja yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi masing-masing.

Personel yang ditugaskan di RTH Kantor Bappeda membawa parang dan gancu.

Sementara personel yang ditempatkan di Gedung Wekoila membawa sapu dan kantong plastik untuk mendukung pengumpulan sampah.

Adapun personel yang bertugas di kawasan food court membawa mesin rentes, sapu, sabit dan sekopang.

Pola tersebut menunjukkan bahwa kegiatan GIA tidak hanya berorientasi pada pengumpulan sampah, tetapi juga mencakup penataan vegetasi, pemangkasan, perentesan serta pembenahan kawasan agar terlihat lebih bersih dan tertata.

Syahrul menegaskan, kegiatan GIA akan terus dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan seluruh unsur yang ada di lingkungan DLH Konawe.

Menurutnya, kebersihan lingkungan membutuhkan konsistensi dan keterlibatan seluruh personel. Karena itu, pembagian tugas berdasarkan bidang menjadi salah satu strategi DLH untuk memastikan setiap titik mendapat perhatian.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen DLH Konawe dalam mendukung program pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, indah dan nyaman.

Dengan rutinnya kegiatan setiap Selasa dan Kamis, DLH Konawe berharap kebersihan kawasan perkantoran, ruang terbuka hijau, fasilitas publik dan titik-titik strategis lainnya dapat terus terjaga.

Upaya tersebut juga diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.

DLH Konawe pun terus mendorong agar kegiatan GIA tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan di Kabupaten Konawe.

Laporan Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *