oleh

DLH Konawe Kerahkan Seluruh PNS Dan P3K Lewat GIA, Syahrul dan Ridwan Pimpin Aksi Kebersihan di Sejumlah Titik

-Konawe-212 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, terus memperkuat komitmen menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan melalui pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri (GIA).

Dalam kegiatan tersebut, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DLH Konawe, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW) maupun PPPK Penuh Waktu (FW), dikerahkan untuk melaksanakan aksi kebersihan secara bersama-sama di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Kegiatan ini dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLH Konawe, Syahrul, S.KM., M.M., bersama Kepala Bidang Kebersihan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Konawe, Ir. Ridwan Tabara, ST., M.Si.

Pelaksanaan GIA tersebut menjadi bagian dari upaya DLH Konawe dalam membangun budaya peduli lingkungan, meningkatkan kebersihan kawasan perkotaan, serta memperkuat keterlibatan seluruh jajaran pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada satu kawasan, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dengan pembagian kelompok kerja berdasarkan wilayah dan bidang masing-masing. Pola tersebut diterapkan agar penanganan kebersihan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan menjangkau sejumlah ruas jalan maupun kawasan strategis di Kabupaten Konawe.

Plt. Kepala DLH Konawe, Syahrul, S.KM., M.M., menegaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran tanpa membedakan status kepegawaian.

Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar imbauan. Karena itu, seluruh ASN di lingkungan DLH Konawe, mulai dari PNS, PPPK Paruh Waktu hingga PPPK Penuh Waktu, diharapkan mengambil bagian aktif dalam setiap kegiatan kebersihan yang dilaksanakan.

“Gerakan Indonesia Asri ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Seluruh jajaran DLH Konawe, baik PNS, PPPK Paruh Waktu maupun PPPK Penuh Waktu, harus terlibat aktif sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” demikian pesan yang ditekankan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Syahrul juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa lingkungan yang bersih tidak dapat diwujudkan hanya melalui kegiatan sesaat. Dibutuhkan kedisiplinan, konsistensi, serta partisipasi seluruh unsur, baik pemerintah maupun masyarakat.

Melalui kegiatan GIA, DLH Konawe berupaya menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan di lingkungan kerja sekaligus memperluas dampak positifnya ke kawasan publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Ia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga mendorong perubahan perilaku agar setiap orang semakin peduli terhadap persoalan sampah dan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Dalam pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri, DLH Konawe menetapkan pembagian wilayah kerja untuk memastikan setiap kelompok memiliki lokasi penugasan yang jelas.

Pembagian ini melibatkan kelompok Rentes, Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3), Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), UPTD Laboratorium, Sekretariat, serta Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Adapun rincian wilayah dan penanggung jawab kegiatan meliputi:

Lapangan Lasada, Kelurahan Tuoy

Kelompok Rentes ditugaskan melaksanakan kegiatan kebersihan di kawasan Lapangan Lasada, Kelurahan Tuoy. Penugasan ini menjadi bagian dari pembagian kerja lapangan agar penanganan kebersihan dapat dilakukan sesuai lokasi yang telah ditetapkan.

Jalan Inowa, mulai dari Tugu Adipura Rahabangga hingga Simpang Koramil dan SMP Negeri 2 Unaaha

Wilayah Jalan Inowa yang mencakup ruas dari Tugu Adipura Rahabangga, Simpang Koramil hingga SMP Negeri 2 Unaaha menjadi tanggung jawab kelompok Rentes di luar personel yang ditugaskan di Lapangan Lasada, Kelurahan Tuoy, termasuk kelompok Rentes dari unsur PPPK Paruh Waktu.

Penugasan tersebut diarahkan untuk memastikan kebersihan di sepanjang ruas jalan tetap terjaga, terutama pada kawasan yang menjadi jalur mobilitas masyarakat.

Ruas Simpang GOR hingga Simpang Anggaberi, termasuk kawasan persawahan Tuoy

Pada wilayah ini, pelaksanaan kegiatan kebersihan menjadi tanggung jawab Bidang PSLB3. Personel bidang tersebut diarahkan untuk menjalankan tugas sesuai pembagian wilayah yang telah ditetapkan dalam kegiatan GIA.

Ruas Simpang Kantor Lurah Toriki hingga kawasan pelelangan

Wilayah ini menjadi tanggung jawab Bidang PPKL bersama UPTD Laboratorium DLH Konawe. Keterlibatan kedua unsur tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan lintas bidang untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih terarah.

Ruas Simpang Pasar Asinua hingga Simpang Kantor Lurah Toriki

Untuk kawasan ini, penanggung jawab kegiatan adalah Sekretariat DLH Konawe bersama Bidang PPLH. Keduanya melaksanakan tugas sesuai wilayah kerja yang telah dibagi dalam agenda Gerakan Indonesia Asri.

Dengan pembagian tersebut, seluruh kelompok diharapkan dapat bekerja secara terkoordinasi, sehingga tidak terjadi penumpukan personel pada satu lokasi sementara wilayah lain luput dari perhatian.

Kepala Bidang Kebersihan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Konawe, Ir. Ridwan Tabara, ST., M.Si., turut mendampingi pelaksanaan kegiatan bersama Plt. Kepala DLH Konawe.

Dalam kegiatan kebersihan yang melibatkan banyak personel dan sejumlah lokasi, koordinasi lapangan serta pembagian tugas menjadi unsur penting untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan efektif.

Keterlibatan masing-masing bidang, kelompok Rentes, serta unsur pendukung lainnya juga memperlihatkan pentingnya kerja bersama dalam mendukung agenda kebersihan lingkungan di Kabupaten Konawe.

“Pelaksanaan kegiatan kebersihan perlu didukung dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi antarpersonel. Dengan demikian, setiap kelompok dapat menjalankan tanggung jawabnya sesuai lokasi yang telah ditentukan dan kegiatan dapat dilaksanakan secara lebih terarah,” demikian rumusan pesan yang relevan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ridwan diharapkan dapat terus mengoptimalkan koordinasi teknis di bidangnya, khususnya dalam mendukung kebersihan kawasan publik, pengelolaan sampah, serta peningkatan kapasitas personel yang terlibat dalam kegiatan lingkungan.

Gerakan Indonesia Asri menjadi salah satu upaya untuk memperkuat budaya bersih di lingkungan pemerintahan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kualitas lingkungan.

Bagi DLH Konawe, kegiatan kebersihan bukan semata-mata pekerjaan teknis membersihkan sampah, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ruang publik agar tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Kawasan jalan, lingkungan perkantoran, fasilitas umum, serta titik-titik aktivitas masyarakat membutuhkan perhatian berkelanjutan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu keindahan kawasan, menyumbat saluran air, dan menurunkan kualitas lingkungan.

Karena itu, pelaksanaan GIA melalui pembagian wilayah kerja dinilai penting untuk memperkuat kedisiplinan personel sekaligus memastikan kegiatan kebersihan menyentuh berbagai lokasi yang membutuhkan penanganan.

Namun, keberhasilan gerakan tersebut tidak hanya ditentukan oleh keterlibatan ASN. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah yang dihasilkan, dan menjaga fasilitas umum juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan kebersihan lingkungan.

DLH Konawe diharapkan terus memperkuat edukasi, koordinasi, serta pelaksanaan kegiatan lapangan agar semangat Gerakan Indonesia Asri dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten.

Melalui kegiatan yang dipimpin Syahrul bersama Ridwan Tabara tersebut, DLH Konawe menunjukkan pentingnya keterlibatan seluruh jajaran dalam mendukung kebersihan lingkungan daerah.

Pengerahan PNS, PPPK Paruh Waktu, dan PPPK Penuh Waktu melalui pembagian tugas di sejumlah titik menjadi bentuk pengorganisasian kerja untuk memperluas jangkauan kegiatan kebersihan.

Ke depan, konsistensi pelaksanaan, pengawasan lapangan, serta evaluasi terhadap hasil kegiatan akan menjadi bagian penting untuk memastikan upaya tersebut memberikan dampak nyata.

Lingkungan yang bersih tidak dapat diwujudkan hanya dengan satu kali kegiatan. Diperlukan kesinambungan program, kedisiplinan aparatur, dukungan masyarakat, dan pengelolaan sampah yang baik agar hasilnya dapat dipertahankan.

Dengan semangat kebersamaan melalui Gerakan Indonesia Asri, DLH Konawe terus mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Konawe.

Laporan : Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *