oleh

Bidik Adipura 2026, Bupati Yusran Akbar Tekankan: Kebersihan Konawe Bukan Tugas DLH Semata

-Konawe-96 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., menegaskan bahwa upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Ia meminta kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi juga melekat dalam budaya kerja pemerintah dan kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Penegasan tersebut disampaikan Yusran saat memimpin Rapat Koordinasi Penilaian dan Ekspose Adipura Kabupaten Konawe bersama Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Dr. Azri, di Aula Bappeda Konawe, Senin (26/10/2026).

Dalam kegiatan itu, Yusran didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan. Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi penilaian Adipura sekaligus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di Kabupaten Konawe.

Yusran mengatakan, kebersihan daerah tidak semestinya hanya menjadi perhatian ketika penilaian Adipura berlangsung. Lebih dari itu, lingkungan yang bersih merupakan kebutuhan masyarakat dan menjadi bagian penting dalam membangun citra positif Kabupaten Konawe di mata pengunjung dari luar daerah.

“Kalau lingkungan kita bersih, masyarakat yang datang dari luar daerah juga akan merasa nyaman berada di Bumi Konawe. Karena itu, menjaga kebersihan harus menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah atau DLH,” tegas Yusran.

Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan komitmen yang konsisten, koordinasi lintas sektor, serta perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta mengambil peran aktif sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Bupati Konawe secara khusus menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, sekolah, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga pemerintah desa untuk memaksimalkan pengelolaan kebersihan di lingkungan masing-masing.

Ia meminta setiap instansi tidak sekadar menjalankan kegiatan bersih-bersih secara seremonial, tetapi memastikan kebersihan menjadi bagian dari aktivitas rutin dan budaya kerja.

“Jangan tunggu jadwal penilaian Adipura, tapi jadikan kebersihan sebagai budaya kerja sehari-hari,” tegasnya.

Yusran juga menyoroti kebiasaan membuang sampah sembarangan yang masih perlu dibenahi. Menurut dia, keberadaan tempat sampah dan fasilitas pengelolaan sampah harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk menggunakannya secara benar.

Pemerintah, lanjutnya, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab kolektif yang manfaatnya akan dirasakan oleh semua orang.

“Seluruh pihak harus bergerak bersama. Jangan membuang sampah bukan pada tempatnya. Kalau kita bekerja bersama menjaga kebersihan, hasilnya juga akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Konawe,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan seluruh unsur tersebut dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan permukiman, fasilitas pelayanan publik, kawasan perkantoran, dan ruang terbuka yang lebih bersih serta nyaman.

Selain mendorong partisipasi masyarakat, Yusran memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Konawe.

Ia meminta DLH Konawe terus meningkatkan efektivitas operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mataiwoi, kesiapan armada pengangkutan, tata kelola Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta pengembangan bank sampah.

Menurutnya, seluruh fasilitas tersebut harus dikelola secara optimal agar penanganan sampah dapat berjalan lebih efektif, mulai dari sumber sampah, proses pengumpulan dan pengangkutan, hingga pengolahan dan penanganan residu.

“Pastikan seluruh indikator teknis terpenuhi dengan baik dan tingkatkan kemampuan sumber daya manusia, termasuk para penyuluh kebersihan,” kata Yusran dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa kesiapan sarana dan prasarana harus diikuti dengan peningkatan kapasitas aparatur serta petugas lapangan. Dengan demikian, program pengelolaan sampah tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kondisi lingkungan.

Optimalisasi TPST Mataiwoi dan bank sampah diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengurangan sampah yang berakhir di TPA. Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar pemilahan dan pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah tangga maupun lingkungan kerja.

Yusran mengakui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah bukan pekerjaan mudah. Proses tersebut membutuhkan waktu, edukasi berkelanjutan, keteladanan, dan konsistensi seluruh pihak.

Namun, ia menegaskan bahwa perubahan perilaku harus mulai dibangun sejak sekarang. Menurutnya, kegiatan pembersihan lingkungan saja tidak akan cukup apabila tidak disertai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan secara mandiri.

“Memang tidak mudah mengubah perilaku masyarakat, tetapi harus dimulai dari sekarang. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan bersih-bersih tanpa membangun kesadaran. Yang terpenting, bagaimana kebersihan itu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi contoh dalam penerapan perilaku hidup bersih, mulai dari lingkungan perkantoran hingga fasilitas pelayanan publik. Keteladanan aparatur juga dinilai penting untuk mendorong masyarakat menerapkan kebiasaan serupa di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Bupati turut menekankan pentingnya menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi antarsektor agar setiap program kebersihan berjalan terarah dan memberikan hasil yang terukur.

Melalui rapat koordinasi dan ekspose penilaian Adipura tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe berupaya memperkuat kesiapan seluruh sektor dalam meningkatkan kualitas lingkungan daerah.

Yusran berharap seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat tidak hanya berorientasi pada hasil penilaian, tetapi juga menjadikan momentum Adipura sebagai pendorong perbaikan pengelolaan sampah dan kebersihan secara berkelanjutan.

Ia meyakini, kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, DLH, instansi pelayanan publik, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat akan menjadi modal penting dalam mewujudkan Konawe yang lebih bersih dan asri.

“Saya yakin dan percaya, dengan niat yang tulus dan kerja keras secara bersama-sama, Kabupaten Konawe mampu meraih hasil terbaik dalam penilaian Adipura tahun ini,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Konawe pun diharapkan terus memperkuat komitmen dan konsistensi seluruh pemangku kepentingan agar upaya menjaga kebersihan tidak berhenti pada agenda penilaian, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan demi kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Laporan: Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *