oleh

Sekda Konawe Pimpin Rakor Bulan Inovasi Daerah dan Satu Data Digital, OPD Diminta Siapkan Data Akurat

-Konawe-62 views

KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe terus memperkuat transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital. Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Bulan Inovasi Daerah sekaligus penguatan implementasi Satu Data Digital Kabupaten Konawe.

Rakor tersebut berlangsung di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Konawe, lantai III Kantor Bupati Konawe, Kamis (17/9/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.M., dan dihadiri Asisten III Setda Konawe serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe.

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan kesiapan perangkat daerah menghadapi pelaksanaan Bulan Inovasi Daerah. Selain itu, rakor juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dalam penerapan Satu Data Digital Kabupaten Konawe.

Dalam pembahasan, masing-masing perangkat daerah didorong untuk mempersiapkan inovasi yang telah maupun sedang dikembangkan. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya terdokumentasi secara administratif, tetapi juga dapat ditampilkan dan dimanfaatkan melalui sistem digital.

Di sisi lain, setiap OPD juga diminta memastikan data yang disampaikan memiliki kualitas yang baik, akurat, mutakhir, serta dapat diintegrasikan dengan sistem yang telah dibangun pemerintah daerah.

Sekda Konawe Tekankan Inovasi Harus Beri Manfaat

Sekda Konawe Dr. Ferdinand dalam arahannya menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dalam menyukseskan Bulan Inovasi Daerah dan penerapan Satu Data Digital.

Menurutnya, setiap OPD memiliki peran strategis dalam menyediakan data dan inovasi yang dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan.

Karena itu, koordinasi antarperangkat daerah harus terus diperkuat, terutama dalam memastikan data yang disampaikan benar-benar sesuai kondisi terkini.

Selain data, setiap OPD juga diminta mempersiapkan inovasi beserta dokumentasi pendukung sehingga dapat ditampilkan secara digital dan menjadi bagian dari ekosistem inovasi daerah.

Sekda mengingatkan agar Bulan Inovasi Daerah tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah harus memiliki manfaat nyata, baik dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mendukung perencanaan pembangunan, maupun membantu pemerintah dalam mengambil keputusan berdasarkan data.

Dengan demikian, inovasi daerah diharapkan mampu menjadi instrumen untuk menciptakan pelayanan pemerintahan yang semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Diskominfo Konawe Perkuat Implementasi Satu Data Digital

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Konawe, Suparjo, S.Kom., dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya keterlibatan seluruh perangkat daerah dalam pengelolaan data secara tertib dan berkelanjutan.

Pengelolaan data tidak hanya berkaitan dengan proses pengumpulan. Data harus terus diperbarui, dikelola, diintegrasikan, dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pemerintahan.

Data yang akurat dan mutakhir menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, evaluasi kinerja, hingga pengambilan keputusan pembangunan daerah.

Karena itu, perangkat daerah diharapkan tidak bekerja secara parsial dalam pengelolaan data. Data yang dimiliki masing-masing OPD perlu dapat terhubung dengan sistem yang dibangun pemerintah daerah sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

Penguatan Satu Data Kabupaten Konawe salah satunya dilakukan melalui integrasi data dan aplikasi.

Melalui integrasi tersebut, data yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan oleh berbagai aplikasi dan sistem lainnya. Dengan pola ini, proses penginputan data secara berulang dapat dikurangi sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan informasi pemerintahan.

GIS Konawe Bersahaja Terus Dikembangkan

Dalam rakor tersebut, Diskominfo Konawe juga memaparkan pengembangan GIS Konawe Bersahaja, sebuah sistem pemetaan terpadu yang mengintegrasikan data spasial dan data sektoral.

Sistem tersebut diarahkan untuk menghubungkan berbagai data yang berasal dari perangkat daerah, kecamatan, desa, hingga kelurahan.

Data yang dapat diintegrasikan mencakup berbagai informasi penting untuk mendukung pembangunan, seperti batas wilayah, jaringan jalan, pertanahan, kependudukan, fasilitas pemerintahan, kebencanaan, serta berbagai data tematik pembangunan lainnya.

Keberadaan GIS Konawe Bersahaja diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memperoleh gambaran kondisi wilayah secara lebih terpadu.

Dengan dukungan data spasial yang akurat, pemerintah dapat memiliki dasar informasi yang lebih baik dalam menyusun perencanaan pembangunan dan menentukan kebijakan sesuai kondisi wilayah.

Batas Wilayah Jadi Perhatian

Dalam pengembangan sistem data spasial tersebut, penyelesaian dan pemutakhiran batas wilayah juga menjadi salah satu perhatian.

Data batas wilayah yang jelas dan mutakhir diperlukan sebagai dasar dalam penyajian informasi spasial maupun penyusunan perencanaan pembangunan.

Karena itu, perangkat daerah serta unsur pemerintahan di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan memiliki peran penting dalam memastikan data kewilayahan yang tersedia sesuai dengan kondisi di lapangan.

Penguatan data kewilayahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pemerintahan berbasis data yang lebih terintegrasi.

Integrasi Informasi Pemerintah Juga Diperkuat

Selain pengelolaan data pemerintahan, Diskominfo Konawe juga terus memperkuat sistem komunikasi publik melalui integrasi portal berita dan agenda kegiatan pemerintah daerah.

Perangkat daerah diarahkan untuk menyampaikan informasi serta dokumentasi kegiatan melalui sistem yang telah disediakan.

Selanjutnya, proses verifikasi dan penerbitan informasi dilakukan oleh Diskominfo sehingga informasi mengenai kegiatan pemerintahan dapat dikelola secara lebih terstruktur.

Kepala Diskominfo Konawe menegaskan bahwa keberadaan data harus diikuti dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang berkelanjutan.

“Data bukan hanya untuk disimpan, tetapi harus dikelola, diperbarui, diintegrasikan, dan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik serta pembangunan daerah,” tegas Suparjo.

Dorong Pemerintahan Konawe Berbasis Data

Rakor Persiapan Bulan Inovasi Daerah dan Satu Data Digital Kabupaten Konawe tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh perangkat daerah.

Kolaborasi antara OPD diperlukan agar inovasi dan data yang dimiliki pemerintah daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat terhubung dalam satu ekosistem digital.

Penguatan ekosistem data tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan Kabupaten Konawe yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berbasis data.

Di saat yang sama, pelaksanaan Bulan Inovasi Daerah diharapkan mampu mendorong setiap perangkat daerah untuk terus melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan dukungan data yang akurat serta inovasi yang dapat dimanfaatkan secara digital, Pemerintah Kabupaten Konawe berupaya membangun sistem pemerintahan yang semakin terintegrasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe terus memperkuat transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital. Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Bulan Inovasi Daerah sekaligus penguatan implementasi Satu Data Digital Kabupaten Konawe.

Rakor tersebut berlangsung di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Konawe, lantai III Kantor Bupati Konawe, Kamis (17/9/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.M., dan dihadiri Asisten III Setda Konawe serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe.

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan kesiapan perangkat daerah menghadapi pelaksanaan Bulan Inovasi Daerah. Selain itu, rakor juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dalam penerapan Satu Data Digital Kabupaten Konawe.

Dalam pembahasan, masing-masing perangkat daerah didorong untuk mempersiapkan inovasi yang telah maupun sedang dikembangkan. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya terdokumentasi secara administratif, tetapi juga dapat ditampilkan dan dimanfaatkan melalui sistem digital.

Di sisi lain, setiap OPD juga diminta memastikan data yang disampaikan memiliki kualitas yang baik, akurat, mutakhir, serta dapat diintegrasikan dengan sistem yang telah dibangun pemerintah daerah.

Sekda Konawe Tekankan Inovasi Harus Beri Manfaat

Sekda Konawe Dr. Ferdinand dalam arahannya menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dalam menyukseskan Bulan Inovasi Daerah dan penerapan Satu Data Digital.

Menurutnya, setiap OPD memiliki peran strategis dalam menyediakan data dan inovasi yang dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan.

Karena itu, koordinasi antarperangkat daerah harus terus diperkuat, terutama dalam memastikan data yang disampaikan benar-benar sesuai kondisi terkini.

Selain data, setiap OPD juga diminta mempersiapkan inovasi beserta dokumentasi pendukung sehingga dapat ditampilkan secara digital dan menjadi bagian dari ekosistem inovasi daerah.

Sekda mengingatkan agar Bulan Inovasi Daerah tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah harus memiliki manfaat nyata, baik dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mendukung perencanaan pembangunan, maupun membantu pemerintah dalam mengambil keputusan berdasarkan data.

Dengan demikian, inovasi daerah diharapkan mampu menjadi instrumen untuk menciptakan pelayanan pemerintahan yang semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Diskominfo Konawe Perkuat Implementasi Satu Data Digital

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Konawe, Suparjo, S.Kom., dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya keterlibatan seluruh perangkat daerah dalam pengelolaan data secara tertib dan berkelanjutan.

Pengelolaan data tidak hanya berkaitan dengan proses pengumpulan. Data harus terus diperbarui, dikelola, diintegrasikan, dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pemerintahan.

Data yang akurat dan mutakhir menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, evaluasi kinerja, hingga pengambilan keputusan pembangunan daerah.

Karena itu, perangkat daerah diharapkan tidak bekerja secara parsial dalam pengelolaan data. Data yang dimiliki masing-masing OPD perlu dapat terhubung dengan sistem yang dibangun pemerintah daerah sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

Penguatan Satu Data Kabupaten Konawe salah satunya dilakukan melalui integrasi data dan aplikasi.

Melalui integrasi tersebut, data yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan oleh berbagai aplikasi dan sistem lainnya. Dengan pola ini, proses penginputan data secara berulang dapat dikurangi sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan informasi pemerintahan.

GIS Konawe Bersahaja Terus Dikembangkan

Dalam rakor tersebut, Diskominfo Konawe juga memaparkan pengembangan GIS Konawe Bersahaja, sebuah sistem pemetaan terpadu yang mengintegrasikan data spasial dan data sektoral.

Sistem tersebut diarahkan untuk menghubungkan berbagai data yang berasal dari perangkat daerah, kecamatan, desa, hingga kelurahan.

Data yang dapat diintegrasikan mencakup berbagai informasi penting untuk mendukung pembangunan, seperti batas wilayah, jaringan jalan, pertanahan, kependudukan, fasilitas pemerintahan, kebencanaan, serta berbagai data tematik pembangunan lainnya.

Keberadaan GIS Konawe Bersahaja diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memperoleh gambaran kondisi wilayah secara lebih terpadu.

Dengan dukungan data spasial yang akurat, pemerintah dapat memiliki dasar informasi yang lebih baik dalam menyusun perencanaan pembangunan dan menentukan kebijakan sesuai kondisi wilayah.

Batas Wilayah Jadi Perhatian

Dalam pengembangan sistem data spasial tersebut, penyelesaian dan pemutakhiran batas wilayah juga menjadi salah satu perhatian.

Data batas wilayah yang jelas dan mutakhir diperlukan sebagai dasar dalam penyajian informasi spasial maupun penyusunan perencanaan pembangunan.

Karena itu, perangkat daerah serta unsur pemerintahan di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan memiliki peran penting dalam memastikan data kewilayahan yang tersedia sesuai dengan kondisi di lapangan.

Penguatan data kewilayahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pemerintahan berbasis data yang lebih terintegrasi.

Integrasi Informasi Pemerintah Juga Diperkuat

Selain pengelolaan data pemerintahan, Diskominfo Konawe juga terus memperkuat sistem komunikasi publik melalui integrasi portal berita dan agenda kegiatan pemerintah daerah.

Perangkat daerah diarahkan untuk menyampaikan informasi serta dokumentasi kegiatan melalui sistem yang telah disediakan.

Selanjutnya, proses verifikasi dan penerbitan informasi dilakukan oleh Diskominfo sehingga informasi mengenai kegiatan pemerintahan dapat dikelola secara lebih terstruktur.

Kepala Diskominfo Konawe menegaskan bahwa keberadaan data harus diikuti dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang berkelanjutan.

“Data bukan hanya untuk disimpan, tetapi harus dikelola, diperbarui, diintegrasikan, dan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik serta pembangunan daerah,” tegas Suparjo.

Dorong Pemerintahan Konawe Berbasis Data

Rakor Persiapan Bulan Inovasi Daerah dan Satu Data Digital Kabupaten Konawe tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh perangkat daerah.

Kolaborasi antara OPD diperlukan agar inovasi dan data yang dimiliki pemerintah daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat terhubung dalam satu ekosistem digital.

Penguatan ekosistem data tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan Kabupaten Konawe yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berbasis data.

Di saat yang sama, pelaksanaan Bulan Inovasi Daerah diharapkan mampu mendorong setiap perangkat daerah untuk terus melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan dukungan data yang akurat serta inovasi yang dapat dimanfaatkan secara digital, Pemerintah Kabupaten Konawe berupaya membangun sistem pemerintahan yang semakin terintegrasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.(Red/SO(

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *