oleh

DLH Konawe Pasang 30 Tempat Sampah di ICP Unaaha, Tak Ada Lagi Alasan Buang Sampah Sembarangan

-Konawe-170 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe terus memperkuat pelayanan kebersihan di sejumlah kawasan strategis perkotaan Unaaha. Terbaru, DLH Konawe menempatkan sebanyak 30 unit tempat sampah organik dan anorganik di kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP) Unaaha, Rabu (2/9/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Konawe dalam menciptakan ruang publik yang bersih, tertib, nyaman dan representatif bagi masyarakat.

Penempatan puluhan tempat sampah itu dilakukan menyusul tingginya aktivitas masyarakat di kawasan ICP Unaaha. Kawasan tersebut menjadi salah satu ruang publik yang ramai dikunjungi, baik oleh masyarakat, pengunjung maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Dengan semakin tingginya aktivitas di kawasan tersebut, potensi timbulan sampah juga ikut meningkat. Karena itu, keberadaan tempat sampah dinilai menjadi salah satu fasilitas penting untuk mendorong masyarakat membuang sampah sejak dari sumbernya.

DLH Konawe tidak hanya menempatkan tempat sampah, tetapi juga menyediakan fasilitas untuk mendorong pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik dan anorganik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Syahrul, SKM., MM., menegaskan bahwa penyediaan fasilitas kebersihan tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak dibarengi dengan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Kami tidak ingin tempat sampah hanya menjadi fasilitas yang disediakan pemerintah. Ini adalah sarana bersama. Ketika kami sudah menyediakan tempatnya, maka masyarakat, pelaku UMKM dan pengunjung juga harus mengambil bagian dengan membuang dan memilah sampah pada tempatnya,” tegas Syahrul.

Menurutnya, persoalan kebersihan di kawasan ICP Unaaha bukan semata-mata menjadi tanggung jawab DLH maupun petugas kebersihan.

Pemerintah, kata dia, memiliki kewajiban menyediakan sarana dan prasarana, termasuk armada serta petugas kebersihan. Namun, keberhasilan menciptakan kawasan yang bersih sangat bergantung pada perilaku masyarakat dalam memperlakukan lingkungan.

30 Tempat Sampah, Kini Kesadaran Masyarakat yang Diuji

Syahrul menyebut pemasangan 30 unit tempat sampah tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menguji sejauh mana kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan ruang publik.

Sebab, menurutnya, akan menjadi percuma apabila fasilitas sudah disediakan tetapi masyarakat masih membuang sampah sembarangan.

“Menjaga kebersihan bukan hanya soal membuang sampah pada tempatnya. Ketika masyarakat ikut menjaga tempat sampah yang sudah disediakan, berarti masyarakat juga ikut menjaga aset pemerintah. Jangan sampai fasilitas yang dibangun untuk kepentingan publik justru rusak, hilang atau tidak berfungsi karena tidak dijaga bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat tidak hanya diharapkan menggunakan tempat sampah sesuai fungsinya, tetapi juga ikut menjaga keberadaan fasilitas tersebut.

Terlebih, tempat sampah yang ditempatkan di kawasan ICP merupakan fasilitas publik yang dibangun dan disediakan untuk kepentingan masyarakat.

DLH Konawe berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh masyarakat yang beraktivitas di kawasan ICP Unaaha.

UMKM Diminta Jadi Contoh Menjaga Kebersihan

Keberadaan pelaku UMKM di kawasan ICP Unaaha juga menjadi perhatian DLH Konawe. Sebagai salah satu kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, kebersihan lingkungan dinilai sangat berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung.

Syahrul mengajak para pelaku UMKM untuk menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan kawasan tersebut.

“UMKM adalah bagian dari wajah kawasan ICP Unaaha ini. Kalau lingkungan tempat mereka berusaha bersih, nyaman dan tertata, tentu masyarakat juga akan merasa lebih nyaman datang dan beraktivitas. Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku UMKM menjadi contoh dalam menjaga kebersihan,” kata Syahrul.

Menurutnya, lingkungan yang bersih bukan hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menciptakan suasana yang lebih baik bagi aktivitas ekonomi.

Kawasan yang bersih dan tertata akan memberikan kesan positif kepada pengunjung sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas UMKM.

Karena itu, menjaga kebersihan ICP Unaaha harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, petugas kebersihan, pelaku usaha dan masyarakat.

DLH: Jangan Ada Lagi Alasan Buang Sampah Sembarangan

Dengan ditempatkannya 30 unit tempat sampah organik dan anorganik, DLH Konawe berharap masyarakat tidak lagi memiliki alasan untuk membuang sampah sembarangan di kawasan ICP Unaaha.

“Ruang publik merupakan aset bersama yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ucap Syahrul.

Ia menegaskan, pemerintah dan petugas kebersihan akan terus bekerja memberikan pelayanan terbaik. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan perubahan pola pikir masyarakat.

“Kalau kita ingin Unaaha bersih dan nyaman, jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan. Pemerintah bekerja, petugas bekerja, tetapi masyarakat juga harus bekerja melalui kesadaran. Menjaga satu tempat sampah, membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak fasilitas publik adalah bentuk sederhana dari kepedulian terhadap daerah,” pungkasnya.

Syahrul mengatakan, membangun budaya kebersihan tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan mengangkut sampah dari tempat pembuangan menuju tempat pengelolaan.

Lebih dari itu, pemerintah ingin mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang berbasis pada kesadaran, partisipasi masyarakat dan tanggung jawab bersama.

Upaya tersebut dinilai penting karena persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan menambah petugas atau armada pengangkut sampah.

Pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan antara sampah organik dan anorganik, serta kebiasaan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan perkotaan yang lebih bersih.

Kebersihan Kota Cermin Perilaku Masyarakat

Syahrul menegaskan bahwa wajah sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

“Kota yang bersih bukan hanya hasil kerja petugas kebersihan, tetapi cerminan perilaku seluruh masyarakatnya,” kata Syahrul.

Karena itu, pemasangan 30 tempat sampah di kawasan ICP Unaaha diharapkan tidak hanya menjadi penambahan fasilitas kebersihan, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya kesadaran baru di tengah masyarakat.

DLH Konawe pun mengajak seluruh masyarakat yang beraktivitas di ICP Unaaha untuk bersama-sama menjaga kawasan tersebut.

Masyarakat cukup melakukan hal sederhana: membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, menjaga fasilitas publik dan tidak membuang sampah sembarangan.

Jika kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara konsisten, kawasan ICP Unaaha diharapkan mampu menjadi salah satu contoh ruang publik yang bersih dan nyaman di Kabupaten Konawe.

Pada akhirnya, pemerintah dapat menyediakan fasilitas dan petugas, tetapi keberlangsungan kebersihan lingkungan sangat ditentukan oleh kesadaran setiap orang yang menggunakan ruang publik.

Kini, 30 tempat sampah telah tersedia. Tinggal bagaimana masyarakat membuktikan kepeduliannya untuk menjaga kebersihan ICP Unaaha.

Laporan: Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *