oleh

Tekan Risiko Stunting, Pemdes Sanggona Gandeng Puskesmas dan Mahasiswa Kedokteran

-Konawe-76 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Pemerintah Desa (Pemdes) Sanggona,Kec.Konawe,Kabupaten Konawe, terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa. Salah satunya melalui kegiatan Penyuluhan Konseling Gizi Ibu dan Anak dalam Pencegahan Stunting yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Sanggona, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah Pemdes Sanggona dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu dan keluarga, mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan anak.

Penyuluhan dibuka langsung oleh Kepala Desa Sanggona, Masnawati, S.Sos., M.M. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Desa Sanggona Muh. Idwan Agus, Pendamping Desa, pemateri dari Puskesmas, para Kader Posyandu, serta mahasiswa KKN Universitas Halu Oleo (UHO) dari Fakultas Kedokteran.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pendamping desa hingga kalangan akademisi.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sanggona, Masnawati, mengatakan kegiatan penyuluhan tersebut menjadi momentum penting untuk membahas persoalan stunting sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak.

Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi anak setelah lahir, tetapi juga erat kaitannya dengan perhatian terhadap kesehatan dan gizi ibu sejak masa kehamilan.

Karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar keluarga memiliki pengetahuan yang cukup dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.

“Melalui kegiatan ini kita membahas tentang stunting dan bagaimana upaya pencegahannya. Kita berharap masyarakat, khususnya para ibu, dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi bagi ibu maupun anak,” ujar Masnawati

Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Edukasi dan pendampingan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sanggona, Muh. Idwan Agus, dalam kegiatan tersebut turut menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi ibu dan anak dalam upaya pencegahan stunting.

Menurutnya, pemahaman mengenai stunting perlu terus ditingkatkan karena pencegahannya membutuhkan perhatian sejak awal, terutama dalam pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Ia menyampaikan bahwa ibu dan anak harus mendapatkan perhatian yang baik, terutama dalam hal kesehatan dan kebutuhan gizi.

Dengan adanya penyuluhan, masyarakat diharapkan dapat mengetahui berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Dalam penyuluhan ini kita membahas tentang stunting, baik untuk anak maupun ibu. Keduanya harus mendapatkan perhatian, terutama terkait kesehatan dan gizi,” kata Muh. Idwan Agus.

Dalam kegiatan tersebut, pemateri dari Puskesmas memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya gizi ibu dan anak serta upaya pencegahan stunting.

Para Kader Posyandu juga menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memiliki peran langsung dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat di tingkat desa.

Selain tenaga kesehatan dan kader Posyandu, mahasiswa KKN UHO dari Kedokteran turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran mahasiswa kedokteran diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan dan dunia pendidikan.

Penyuluhan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.

Pencegahan stunting sendiri membutuhkan keterlibatan keluarga secara aktif.

Orang tua perlu memperhatikan asupan gizi, kesehatan ibu selama kehamilan, pemberian makanan yang sesuai kebutuhan anak, serta rutin memantau pertumbuhan dan perkembangan anak melalui Posyandu maupun fasilitas kesehatan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemdes Sanggona berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat.

Dengan pengetahuan yang lebih baik, keluarga diharapkan mampu mengambil langkah sejak dini apabila ditemukan adanya masalah pada pertumbuhan maupun kesehatan anak.

Kegiatan penyuluhan konseling gizi ibu dan anak ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemdes Sanggona untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.

Pemerintah desa juga mendorong agar sinergi antara pemerintah, Puskesmas, kader Posyandu, pendamping desa dan masyarakat terus diperkuat.

Sebab, upaya menekan angka stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen.

Dengan adanya edukasi yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, diharapkan masyarakat Desa Sanggona semakin memahami bahwa pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan generasi Desa Sanggona yang lebih sehat, tumbuh optimal dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik di masa mendatang.

Laporan : Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *