oleh

DLH Konawe Tak Tunggu Pohon Tumbang, Satgas RTH Langsung Bertindak

-Konawe-114 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe terus memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi pohon tumbang di sejumlah ruas jalan. Melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Ruang Terbuka Hijau (RTH), khususnya bagian penebangan pohon, petugas bergerak melakukan pemantauan sekaligus penanganan terhadap pohon maupun dahan yang dinilai berisiko membahayakan pengguna jalan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat dahan patah atau pohon tumbang, terutama ketika kondisi cuaca buruk disertai hujan deras dan angin kencang.

Petugas Satgas RTH secara rutin menyisir dan memantau kondisi pepohonan yang tumbuh di sepanjang jalan, termasuk pohon yang berada di dekat badan jalan dan kawasan yang banyak dilalui masyarakat.

Apabila ditemukan dahan yang sudah rapuh, patah, miring, atau berada dalam posisi rawan jatuh, petugas segera melakukan penanganan. Tindakan dapat berupa pemangkasan bagian pohon yang berisiko hingga penebangan apabila kondisi pohon memang dinilai sudah membahayakan.

Plt. Kepala DLH Kabupaten Konawe, Syahrul, S.KM., MM, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan agar potensi bahaya dapat ditangani sebelum menimbulkan korban.

“Ini merupakan langkah antisipasi. Kalau ada dahan pohon yang sudah terlihat nyaris tumbang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, kita segera lakukan penanganan sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Syahrul.

Menurut Syahrul, keberadaan pohon di lingkungan perkotaan maupun sepanjang ruas jalan memiliki manfaat yang sangat besar. Selain memberikan keteduhan bagi masyarakat, pepohonan juga berperan dalam menjaga kualitas lingkungan dan membantu menciptakan kawasan yang lebih hijau.

Karena itu, DLH Konawe tidak melakukan penebangan secara sembarangan. Setiap pohon yang berada di pinggir jalan terlebih dahulu diperhatikan kondisi fisik dan tingkat risikonya.

“Pohon tetap kita jaga karena keberadaannya sangat penting bagi lingkungan. Tetapi ketika ada bagian pohon yang sudah membahayakan, tentu harus segera ditangani,” ujarnya.

Bergerak Berdasarkan Kondisi Pohon

Penanganan yang dilakukan Satgas RTH bagian penebangan lebih mengutamakan aspek keselamatan. Pohon yang masih dalam kondisi baik dan tidak membahayakan tetap dipertahankan.

Sebaliknya, dahan yang telah lapuk, patah, terlalu berat, miring ke arah jalan, atau memiliki potensi jatuh sewaktu-waktu akan menjadi perhatian petugas.

Dengan pola penanganan tersebut, DLH Konawe berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan penghijauan dan keselamatan masyarakat.

Apalagi, pohon yang berada di sisi jalan memiliki risiko lebih besar ketika mengalami kerusakan. Jika dahan atau batang pohon jatuh ke badan jalan, bukan hanya kendaraan yang dapat terdampak, tetapi juga pengendara sepeda motor, pejalan kaki hingga pengguna fasilitas umum lainnya.

Satgas RTH pun dituntut untuk merespons dengan cepat setiap temuan di lapangan maupun laporan masyarakat terkait kondisi pohon yang dianggap berbahaya.

DLH Buka Ruang Laporan Masyarakat

Syahrul mengimbau masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah terjadinya kecelakaan akibat pohon tumbang dengan melaporkan kepada DLH apabila menemukan pohon atau dahan yang kondisinya mengkhawatirkan.

Menurutnya, laporan dari masyarakat sangat membantu petugas dalam melakukan pemetaan dan menentukan titik-titik yang membutuhkan penanganan segera.

“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kita melakukan penanganan sebelum dahan atau pohon tersebut benar-benar tumbang dan mencelakai pengguna jalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap kondisi pohon akan terus dilakukan secara berkala. Langkah tersebut menjadi bagian dari pelayanan DLH Konawe dalam menjaga ruang terbuka hijau sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Terlebih saat memasuki kondisi cuaca yang tidak menentu, potensi dahan patah maupun pohon tumbang dapat meningkat. Karena itu, langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting dibandingkan menunggu kejadian terjadi.

Melalui kerja Satgas RTH tersebut, DLH Konawe berharap keberadaan pepohonan tetap memberikan manfaat bagi lingkungan tanpa mengabaikan faktor keselamatan masyarakat.

Upaya pemangkasan dan penebangan terhadap bagian pohon yang berisiko pun diharapkan dapat meminimalkan potensi kecelakaan serta menjaga kenyamanan pengguna jalan di wilayah Kabupaten Konawe.

DLH Konawe juga menegaskan bahwa penanganan pohon bukan semata-mata soal penebangan, melainkan bagian dari pengelolaan ruang terbuka hijau yang dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, keberadaan pohon dan keselamatan masyarakat.

Laporan : Mahmud

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *