SULTRAONE.com.KONAWE – Desa Andeposandu, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, resmi mewakili wilayah Tongauna dalam ajang Lomba Desa/Kelurahan tingkat Kabupaten Konawe tahun 2026.
Penilaian berlangsung pada Jumat (01/5/2026) dengan menghadirkan tim penilai dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penilai, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Konawe, Erjuna Rasjan, S.STP., M.Si.
Dalam arahannya, ia menjelaskan bahwa lomba desa bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan desa dalam kurun waktu tertentu.
“Penilaian tahun ini mengacu pada Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, dengan melihat capaian desa selama dua tahun terakhir,” ujar Erjuna.
Ia merinci, terdapat tiga indikator utama yang menjadi fokus penilaian. Pertama, bidang pemerintahan yang mencakup tata kelola desa, kinerja aparatur, inovasi pelayanan publik, penerapan teknologi informasi (e-government), hingga pelestarian adat dan budaya.
Kedua, bidang kewilayahan yang meliputi kejelasan identitas dan batas desa, inovasi kewilayahan, kesiapsiagaan terhadap bencana, serta pengelolaan potensi investasi.
Ketiga, bidang kemasyarakatan yang mencakup tingkat partisipasi masyarakat, peran lembaga desa seperti LPM dan BPD, aktivitas PKK, keamanan dan ketertiban, hingga sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta upaya penanggulangan kemiskinan.
Selain indikator tersebut, desa peserta juga diwajibkan melengkapi dokumen profil desa selama dua tahun terakhir, termasuk Peraturan Desa terkait RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.
Tak hanya itu, aspek pelayanan dasar juga menjadi perhatian penting dalam penilaian, khususnya implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
Enam sektor tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas).
Tim penilai sendiri terdiri dari lintas instansi, di antaranya Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Satpol PP dan Linmas, hingga unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Dalam sesi pemaparan, Pemerintah Desa Andeposandu menampilkan berbagai capaian dan inovasi yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir.
Di antaranya peningkatan pelayanan publik berbasis digital, penguatan kelembagaan desa, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro dan pemanfaatan potensi lokal.
Kepala Desa Andeposandu, Ramadhan, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam lomba ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan motivasi dalam membangun desa.
“Kegiatan ini menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana perkembangan desa kami, sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Selain pemaparan di dalam ruangan, tim penilai juga melakukan verifikasi lapangan dengan mengunjungi sejumlah titik strategis, seperti kantor desa, posyandu, fasilitas pendidikan, serta lokasi program unggulan desa.
Interaksi langsung dengan masyarakat turut menjadi bagian dari proses penilaian guna melihat tingkat partisipasi serta dampak nyata dari program-program yang telah dijalankan pemerintah desa.
Antusiasme warga Desa Andeposandu terlihat tinggi dalam menyambut kedatangan tim penilai. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader PKK, karang taruna, hingga tokoh adat dan tokoh masyarakat, menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dalam membangun desa.
Melalui lomba desa ini, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap dapat mendorong peningkatan kinerja pemerintah desa, memperkuat pembangunan berbasis masyarakat, serta melahirkan desa-desa yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi di masa depan. ( Red/Mahmud)











Komentar