oleh

TPS3R Bumi Mepokoaso Hadirkan Solusi Baru, Sampah Bisa Ditukar Sembako

-Konawe-209 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Terobosan baru dalam pengelolaan sampah sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat resmi diluncurkan di Kabupaten Konawe. Mewakili Bupati Konawe, Asisten III Setda Konawe, Marjuni Mamir meresmikan program “Sampah Tukar Sembako” yang diinisiasi Pengurus TPS3R Bumi Mepokoaso Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku, Minggu (19/4/2026).

Peluncuran program yang berlangsung di Kantor TPS3R Bumi Mepokoaso itu disambut antusias masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Wonggeduku, Kabid Kebersihan DLH Konawe Ridwan Tabara, Kabid PPKL Edy Mangkere, perwakilan Bank BPD Sultra, Owner Bank Sampah Bumi Mepokoaso Aswan, Kepala Desa Lahotutu, tokoh masyarakat, hingga para nasabah Bank Sampah Bumi Mepokoaso.

Program “Sampah Tukar Sembako” menjadi langkah nyata dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

Jika selama ini sampah identik dengan limbah yang tidak bernilai, kini sampah justru dapat ditukar langsung dengan kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, gula, minyak goreng, dan sembako lainnya.

Inovasi tersebut dinilai sebagai strategi cerdas yang memadukan kepedulian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Wonggeduku.

Dalam sambutannya, Marjuni Mamir menyampaikan apresiasi tinggi kepada Aswan selaku penggagas program tersebut.

“Program ini sangat luar biasa, karena bukan sekadar kegiatan pengelolaan sampah, tetapi langkah nyata dalam membangun kesadaran lingkungan secara bersama-sama sekaligus berdampak terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan serius yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, jika dikelola dengan baik maka sampah akan membawa manfaat besar, namun jika diabaikan akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

“Hari ini kita melihat inovasi luar biasa, bahwa sampah bukan lagi masalah, tetapi sumber manfaat. Melalui program Sampah Tukar Sembako ini, masyarakat bisa termotivasi untuk memilah sampah mulai dari rumah, sekaligus membantu kebutuhan ekonomi keluarga,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai edukasi pemilahan sampah menjadi hal penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Tanpa pemahaman dan kesadaran bersama, program sebaik apa pun tidak akan berjalan maksimal.

“Sebagus apa pun program yang direncanakan, tidak akan optimal jika masyarakat belum memiliki kesadaran. Karena itu, mari kita mulai memilah sampah dari rumah agar bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Marjuni.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat partisipatif warga dalam mendukung keberadaan Bank Sampah Bumi Mepokoaso.

“Tentunya Pemerintah Daerah Konawe sangat mendukung program ini untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Sultra yang telah memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program tersebut.

Sementara itu, Kabid Kebersihan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Konawe, Ridwan Tabara menegaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis ekonomi masyarakat harus terus diperkuat agar memberi dampak nyata, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan warga.

“Program ini bukan sekadar inovasi, tetapi solusi konkret. Masyarakat diajak lebih peduli terhadap sampah, sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung. Ini adalah bentuk kolaborasi antara kesadaran lingkungan dan kebutuhan hidup,” ungkapnya.

Menurut Ridwan, program Sampah Tukar Sembako sangat strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya.

Selain menjadi sarana edukasi, program ini juga menjadi solusi praktis untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Ia juga menyinggung kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Mataiwoi yang dapat terbebani jika pengelolaan sampah dari hulu tidak dilakukan secara maksimal.

“Kondisi TPA di Kelurahan Mataiwoi, ketika pengelolaan sampah di hulu tidak terlaksana dengan baik, maka akan membebani volume sampah yang bisa mengakibatkan penutupan TPA secara total,” tegasnya.

Dengan hadirnya program ini, Konawe menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya hidup bersih, ekonomi sirkular, dan kesadaran lingkungan berbasis masyarakat. Program “Sampah Tukar Sembako” diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Konawe bahkan di Sulawesi Tenggara.(Red/SO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *