oleh

Rakor KIE Digelar, Pemkab Konawe Fokus Edukasi Sampah dan Peningkatan Nilai Adipura

-Konawe-99 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan persampahan melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Hal ini ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konawe, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kantor BKPSDM Konawe tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan, dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, tim Pusat Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup (PSILH) Kementerian Lingkungan Hidup RI, yakni Sidik Nooryono, ST dan Oktaria Diah Pitalokasari, S.Si, para camat, lurah, serta jajaran DLH Konawe.

Dalam sambutannya, Sekda Konawe Ferdinand Sapan mengungkapkan bahwa persoalan sampah di wilayah Konawe, khususnya di Kota Unaaha, saat ini belum menjadi masalah dari sisi kuantitas. Namun, ia menegaskan bahwa kualitas pengelolaan sampah sudah mulai menjadi perhatian serius.

Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin kompleks, terlebih dengan adanya kawasan industri yang berpotensi meningkatkan volume dan dampak negatif sampah jika tidak dikelola dengan baik sejak dini.

“Jika ada konsekuensi seperti yang diperintahkan oleh kementerian, maka ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk segera ditindaklanjuti. Apa yang menjadi kekhawatiran hari ini harus bisa kita antisipasi dari sekarang,” tegasnya.

Ferdinand juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ia berharap, melalui program KIE, jumlah masyarakat yang teredukasi terus meningkat sehingga terbentuk budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.

“Kalau tidak dimulai dari sekarang, konsekuensinya akan semakin berat. Pengelolaan persampahan ini adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya di hadapan para camat dan lurah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh hanya berorientasi pada pembuangan akhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi harus dilakukan secara terencana dan terintegrasi sejak dari sumbernya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kebersihan DLH Konawe, Ir. Ridwan Tabara, ST., M.Si, menambahkan bahwa program KIE memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, keberhasilan meraih nilai Adipura tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

“Melalui KIE, kita ingin memastikan informasi terkait pengelolaan sampah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, sekaligus memberikan edukasi yang berkelanjutan agar tercipta budaya hidup bersih,” jelasnya.

Rakor tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan zoom meeting bersama Ketua PSILH KLH RI serta pihak Waste Crisis Center (WCC), sebagai bagian dari upaya sinergi dan penguatan strategi pengelolaan sampah di daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap dapat mempercepat peningkatan kualitas pengelolaan persampahan sekaligus mendorong pencapaian nilai Adipura yang lebih baik di masa mendatang.(Red/SO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *