oleh

Ketua TMMS Irfan Sabri Mex : Peristiwa di Kawasan Industri PT IPIP Murni Gerakan Spontanitas

-Kolaka-90 views

SULTRAONE.com.KOLAKA.Organisasi Masyarakat (Ormas) Tamalaki Momea Mopute Sultra (TMMS) menegaskan konflik yang terjadi, pada Jumat (10/4) kilometer 12 di Kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), dengan karyawan PT. Tosida Indonesia, murni gerakan spontanitas tanpa ada yang mengorganisasi atau teroganisasi. Sabtu (11/4/2026).

Ketua Tamalaki Momea Mopute Sultra (TMMS) Irfan Sabri Mex, mengatakan kejadian di kawasan industri murni gerakan spontanitas tidak ada yang bekingi.

“Ormas Adat punya wibawa dan komitmen demi menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat untuk menjaga harapan generasi mendatang” ujarnya.

Hal Senada diungkapkan, Ketua Tamalaki Wuta Kalosara Sultra, Mansiral Usman, mengatakan, keberadaan Ormas adat diarea tersebut disebabkan adanya informasi karyawan PT. Tosida Indonesia melakukan penutupan jalan yang membuat sejumlah kendaraan Dum Truk tidak dapat beraktivitas.

“Ormas adat ini memiliki usaha mandiri dan merupakan mitra di kawasan PT. IPIP. Penutupan akses jalan tersebut akan membuat usaha Ormas tidak dapat menghasilkan sehingga secara Spontanitas turun di area tersebut,” kata 

Menurutnya kehadiran, salah satu perusahaan yang merupakan dari mitra PT. IPIP, yakni PT. Master Pancang Pondasi (MPP) itu untuk membantu mengamankan anggota Ormas yang berada di area penutupan jalan untuk tidak berbuat anarkis atau gerakan lain.

“Tidak ada beking, tidak ada mobilisasi ataupun terorganisasi. Ini murni gerakan spontanitas yang didorong rasa memiliki usaha kecil Ormas lokal,” ujarnya

Menurutnya, saat ini semua sudah kondusif area kilometer 12 sudah beraktivitas seperti biasa. Keberadaan PT. IPIP saat ini memberikan kontribusi yang nyata untuk masyarakat Kolaka, Sultra dan Indonesia.

“Semua pihak harus bersatu dan bersama jaga investasi ini, PT. IPIP merupakan program Hilirisasi Pemerintahan, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto fokus pada peningkatan nilai tambah Sumber Daya Alam (SDM) mineral, migas, pertanian untuk kemandirian Ekonomi Nasional. Sehingga semua harus bergandengan tangan,” imbuhnya

Hal senada juga diungkapkan Ketua Ormas Adat, Tamalaki Anoa Mekongga Sultra (TAM), Syamsul Rusdin Saat ini ada puluhan ribu masyarakat lokal Kolaka, yang telah bekerja menjadi karyawan di PT. IPIP. Penurunan angka pengangguran dan peningkatan ekonomi lokal sangat dirasakan sejak kawasan PSN PT. IPIP terbangun.

“Kami sangat berharap semua pihak bisa menahan diri dan bersama bergandengan tangan mendukung pembangunan kawasan, agar lebih banyak kontribusi untuk masyarakat dan pembangunan nasional,” ujar Syam.

Sebagai putra asli, Desa Sopura yang merupakan area langsung kawasan PSN, Syam berharap Ormas Adat berkomitmen untuk bersama menjaga kawasan PT. IPIP untuk masa depan generasi mendatang. Namun Ormas Adat juga tidak akan tinggal diam kalau ada pelanggaran hukum atau kaidah hukum yang dilanggar PT. IPIP termasuk pemberdayaan dan penerimaan karyawan lokal.

“Peristiwa kemarin (Km12,red) murni gerakan spontanitas. Tidak ada yang bekingi apalagi menjadi sponsor ataupun terorganisasi. Ormas Adat punya wibawa dan komitmen untuk menjaga harapan dan masa depan generasi mendatang, anak cucu kita semua,” tegas Syam.

Syam menghargai semua pihak yang ingin menempuh jalur hukum. Hanya saja semua juga harus bisa menerima perbedaan, gerakan Ormas Adat haram hukum apabila ditunggangi kepentingan personal

“Menang jadi arang, kalah jadi abu. Mari bersama membawah perubahan untuk masa depan bangsa dan negara. Konflik tidak akan memberikan kebaikan apapun hanya akan meninggalkan keburukan,” tutupnya.(Red/SO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *