SULTRAONE.com.KENDARI– Kabar menggembirakan datang bagi pelestarian budaya daerah. Buku berjudul Rumah Adat Tolaki (Laika Sara Ndolaki) resmi diperkenalkan ke publik sebagai referensi penting dalam memahami identitas dan kearifan lokal masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara.
Salah satu penulis, Dr. H. M. Sabaruddin Sinapoy, S.H., M.Hum, mengungkapkan bahwa buku ini tidak sekadar membahas bentuk fisik rumah adat, tetapi juga menggali makna mendalam di balik keberadaannya sebagai simbol kehidupan masyarakat.
Menurutnya, Laika Sara Ndolaki memiliki arti yang sarat filosofi, aturan adat, serta mencerminkan keselarasan hidup masyarakat Tolaki dengan lingkungan dan nilai-nilai spiritual.
“Rumah adat tidak hanya dipahami sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat aktivitas adat dan simbol tatanan sosial masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Lebih lanjut, buku ini mengulas secara komprehensif perjalanan sejarah arsitektur tradisional Tolaki hingga perkembangan arsitektur vernakular di era modern. Pembaca diajak memahami berbagai jenis rumah adat, mulai dari struktur bangunan, tata ruang, hingga fungsi setiap bagian yang memiliki makna tersendiri.
Tidak hanya itu, penjelasan tentang bahan bangunan tradisional serta aturan adat dalam proses pembangunan juga diuraikan secara detail. Hal ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Tolaki menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai spiritual dalam setiap proses pembangunan rumah adat.
Sementara itu, penulis lainnya, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., menambahkan bahwa buku ini juga menyoroti berbagai ritual adat yang mengiringi pembangunan rumah, baik sebelum maupun sesudah proses pembangunan berlangsung.
“Ritual adat menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan, termasuk dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual masyarakat,” jelasnya.
Buku ini juga membahas struktur sosial yang tercermin dalam rumah adat, termasuk peran penting pemimpin adat dalam menjaga nilai dan norma yang berlaku. Selain itu, aspek interior rumah hingga kearifan lokal masyarakat turut diangkat sebagai bagian dari identitas budaya yang masih relevan hingga saat ini.
Menariknya, nilai-nilai kearifan lokal yang diulas dalam buku ini dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung konsep pembangunan berbasis budaya, termasuk dalam upaya mitigasi bencana yang selaras dengan kondisi alam.
Dengan hadirnya buku ini, para penulis berharap dapat memperkaya literasi budaya sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan adat Tolaki di tengah arus modernisasi.
Sebagai informasi, buku ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah penulis, yakni Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., Dr. H. M. Sabaruddin Sinapoy, S.H., M.Hum., La Janu, Fatma, Abdul Jalil, Sarman, dan M. Hafiz Sukri.(Red/SO)









Komentar