oleh

Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya Hadiri Ritual Melasti Umat Hindu Sambut Hari Raya Nyepi

-Sultra-121 views

SULTRAONE.com.KONAWE– Umat Hindu menggelar upacara Melasti dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Bendungan Ameroro.Senin (16/03/26).

Upacara sakral yang mengusung tema “Vasudaiva Kutumbatan – Semua Adalah Keluarga” tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah. Prosesi Melasti diikuti umat Hindu yang berasal dari 16 desa adat di wilayah Kabupaten Konawe.

Sejak pagi hari, umat Hindu telah memadati kawasan Bendungan Ameroro untuk mengikuti rangkaian ritual penyucian diri dan alam semesta sebelum memasuki perayaan Nyepi.

Prosesi Melasti merupakan tradisi penting bagi umat Hindu sebagai simbol pembersihan diri dari berbagai hal negatif, sekaligus memohon keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, Kepala Kejaksaan Negeri Konawe Fachrizal, Kepala SPN Anggotoa, serta Wakapolres Konawe Hasruddin.

Hadir pula Wakil Ketua II DPRD Konawe Nasrullah Faizal bersama sejumlah anggota DPRD, Wakil Ketua DPRD Konawe Utara, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kendari, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe, Direktur BPR Bahteramas Konawe Ahmat, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulawesi Tenggara, Ketua PHDI Konawe, serta tokoh umat Hindu setempat.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan umat Hindu yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik sehingga prosesi Melasti dapat berlangsung lancar, tertib, dan penuh khidmat.

Ia berharap momentum Hari Raya Nyepi tidak hanya menjadi perayaan keagamaan semata, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat Konawe yang majemuk.

“Melalui tema Vasudaiva Kutumbatan, kita diingatkan bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga. Nilai ini sangat penting untuk terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Konawe itu juga berharap perayaan keagamaan tersebut semakin memperkuat nilai spiritual, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut.

Upacara Melasti merupakan bagian penting dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi. Melalui ritual ini, umat Hindu memohon penyucian diri dan alam semesta agar kehidupan yang dijalani ke depan menjadi lebih harmonis dan seimbang.

Sementara itu, Bupati Konawe Yusran Akbar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim menyampaikan bahwa Konawe merupakan daerah yang memiliki keberagaman agama, budaya, dan suku yang harus dijaga bersama.

“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi seluruh masyarakat. Kami juga mengapresiasi umat Hindu di Konawe yang selama ini hidup rukun berdampingan dengan umat beragama lainnya serta turut mendukung program-program pemerintah daerah,” ujar Syamsul.

Ia berharap momentum Hari Raya Nyepi dapat semakin memperkuat rasa persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat Konawe.

Syamsul juga berpesan agar seluruh rangkaian kegiatan Melasti hingga perayaan Nyepi dapat berjalan dengan khidmat, tertib, serta tetap menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di lokasi pelaksanaan ritual.

“Semoga Melasti dan Nyepi menjadi momentum refleksi diri untuk meningkatkan kualitas hubungan kita, baik kepada Tuhan, sesama manusia, maupun terhadap lingkungan,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada umat Hindu di Konawe sebesar Rp200 juta untuk mendukung kegiatan keagamaan. Selain itu, Wakil Ketua DPRD Konawe Utara turut menyerahkan bantuan kepada PHDI Konawe sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan umat Hindu di daerah tersebut.(Red/SO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *