SULTRAONE.com.KONAWE – Pemerintah Desa WonuAmbae terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu yang digelar di salah satu hotel di Kota Unaaha, Selasa (13/01/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Konawe, Peni B, dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa WonuAmbae, Iwan, Ketua PKK Desa WonuAmbae, Sekretaris Desa, Pendamping Desa, pemateri dari Staf Puskesmas Tawanga, serta diikuti oleh 8 orang Kader Posyandu Desa WonuAmbae.
Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah desa dalam memperkuat peran kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Dalam sambutannya, Kepala Desa WonuAmbae, Iwan, menegaskan bahwa kegiatan pelatihan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi kader Posyandu dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan kesehatan di desa.
“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk pelatihan bagi para kader Posyandu agar kapasitas dan pemahaman mereka semakin meningkat, terutama dalam menjalankan tugas-tugas kesehatan di desa, baik terkait ibu hamil, balita, maupun lansia,” ujar Iwan.
Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, para kader Posyandu dapat lebih aktif, responsif, dan profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat WonuAmbae.
Sementara itu, Camat Konawe, Peni B, dalam sambutan sekaligus arahannya menekankan bahwa isu stunting merupakan salah satu program prioritas nasional yang harus mendapat perhatian serius hingga ke tingkat desa.
“Stunting ini adalah program nasional pemerintah. Kader Posyandu di desa merupakan ujung tombak untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat di wilayahnya, baik itu stunting, kesehatan ibu dan anak, maupun kesehatan masyarakat secara umum,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan kader Posyandu sangat strategis karena mereka yang paling mengetahui kondisi riil masyarakat di desa. Oleh karena itu, melalui pelatihan ini para kader diharapkan mampu melakukan pendataan secara akurat.
“Kader harus tahu berapa jumlah ibu hamil di wilayahnya, berapa jumlah balita, termasuk juga lansia. Data-data ini sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan dan intervensi kesehatan,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Agus, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan teknis di lapangan.
“Para kader diberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka sebagai kader Posyandu, agar mampu menjalankan perannya secara maksimal dalam mendukung program kesehatan desa,” ungkap Agus.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa WonuAmbae berharap para kader Posyandu semakin siap dan berdaya dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan pelatihan ini sekaligus menjadi bukti sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang sehat, kuat, dan sejahtera.(Red/SO)










Komentar