oleh

Percepat Ketahanan Pangan 2026, Bupati Yusran Akbar : Fokus Kerja, Bukan Banyak Bicara

-Konawe-138 views

SULTRAONE.com.Konawe – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe kembali memperlihatkan komitmen kuatnya dalam memperkuat sektor pangan dengan menggelar Temu Wicara Komisi Irigasi Zona 5 untuk penyusunan Jadwal Tanam, Pola Tanam, serta Rencana Pemberian Air (RPS) untuk Musim Tanam I, II, dan III Tahun 2026.

Pertemuan strategis ini berlangsung di Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Jumat (28/11/2025).

Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat kunci sektor pertanian dan pangan, antara lain Kadis Pertanian, Kadis PUPR, Kepala Bulog, Kadis Ketahanan Pangan, Kepala Bappeda, Kepala BP4K, Camat Amonggedo, Kapolsek, serta perwakilan P3A, GP3A, dan seluruh kelompok tani. Forum ini dipimpin langsung Ketua Komisi Irigasi Kabupaten Konawe, Sriani, yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda.

Dalam sambutannya, Sriani menegaskan bahwa pengelolaan irigasi bukan sebatas urusan teknis, tetapi menyangkut keberlanjutan sebagai lumbung padi terbesar di Sulawesi Tenggara.

“Setiap akhir musim tanam, P3A, GP3A, dan kelompok tani selalu terlibat. Hasil inilah yang kemudian menjadi dasar terbitnya SK Bupati terkait jadwal tanam,” jelasnya.

Menurut Sriani, optimalisasi luas areal tanam hingga pengembangan komoditas lain menjadi bagian dari strategi irigasi berkelanjutan.

“Komisi ini harus mampu menetapkan jadwal tanam yang akurat agar petani dapat bergerak efektif dan efisien,” tegasnya.

Bupati Konawe, Yusran Akbar, hadir langsung dalam agenda ini dan menegaskan bahwa Konawe memiliki tanggung jawab besar sebagai daerah penopang ketahanan pangan nasional.

“Kita punya janji kepada masyarakat bahwa pembangunan ini untuk kesejahteraan warga Konawe. Konawe harus menjadi pilar pangan Sultra bahkan nasional,” tegas Yusran.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memperkenalkan sejumlah Kepala OPD kepada petani, serta menyampaikan agenda pemerintah seperti Launching Bulog, pasar pangan murah, hingga pemetaan kebutuhan pangan daerah.

“Hari ini kita curhat sama pemerintah. Sampaikan semua persoalan, mulai dari jadwal tanam, pola tanam, pupuk, benih, hingga kendala di lapangan. Di sini ada para kadis yang langsung memberi jawaban,” ungkapnya.

Yusran juga menuturkan hasil koordinasi dengan Kemendagri terkait pembangunan infrastruktur yang menghambat aktivitas pertanian dan pendidikan.

“Kalau ada jembatan putus, segera sampaikan. Kami akan turun melakukan peninjauan,” tegasnya.

Di hadapan para petani, Bupati Yusran kembali menekankan pentingnya gotong royong dalam budaya Tolaki Mepokoaso.

“Saya tidak suka omon-omon. Kalau ada anggarannya, kami berikan. Kalau belum ada, akan kita upayakan. Tidak perlu banyak bicara, fokus kerja saja,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini fokus mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat berkaitan dengan keberhasilan sektor pertanian.

“MBG tidak akan sukses kalau sawah gagal panen. MBG, ketahanan pangan, dan Koperasi Merah Putih adalah satu kesatuan. Semua itu tidak akan berhasil kalau pangan kita lemah,” jelasnya.

Bupati Yusran kembali menggarisbawahi bahwa visi Konawe Bersahaja hanya bisa terwujud jika desa menjadi pusat produktivitas.

“Yang bisa membangun desa pasti bisa membangun kota. Kalau desa produktif, kota ikut tumbuh. Tapi kalau hanya bangun kota, kesenjangan pasti muncul,” ujar Yusran.

Ia meminta seluruh kelompok tani, perangkat desa, hingga OPD agar terus menjaga sinergi demi memajukan sektor pertanian Konawe.

“Kita harus kolaborasi, kerja bersama untuk kemajuan daerah kita,” tutupnya.(Red/SO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *