oleh

Rancangan Proyek Perubahan JAGA BUTUR(Jaringan Siaga Buton Utara)

SultraOne.com.Butur – JAGA Butur adalah akronim dari jaringan siaga Buton utaraYang merupakan suatu inofasi yang akan di lakukan untuk deteksi dini dan cegah dini potensi konflik sosial dengan perlibatan stakeholder bersama masyarakat.

Dalam jaga Butur akan di bentuk forum kordinasi JAGA Butur yang bertugas menggali informasi-informasi terkait potensi konflik sosial dan akan di kaji oleh devisi-devisi atau sektor-sektor.Hasil kajian tersebut akan di berikan kepada instansi terkait atau instansi yang berwenang untuk segera di tindaklanjuti.
Latar belakan lahirnya ide dan gagasan JAGA Butur Butur ini salah satunya karna melihat Negara indonesia merupakan negara majemuk dan beragam.Sehingga kondisi kondisi tersebut akan mempengaruhi perilaku atau kelompok dengan individu dan kelompok lainnya.

Adanya keberagaman tersebut menjadikan Indonesia rawan dan berpotensi terjadi konflik sosial yang seringkali mengarah pada tindakan kekerasan.

Telah begitu banyak konflik sosial yang terjadi pada hampir seluruh daerah di Indonesia, dan munculnya konflik tersebut tidak terjadi dengan sendirinya dan tidak sesederhana yang di bayangkan.Banyak faktor yang menyebabkan konflik sosial muncul di permukaan.

Selain latar belakang diatas ada juga instrumen tentang penanganan konflik sosial yaitu undang-undang No 7 tahun 2012 yang menjadi dasar lahirnya JAGA Butur, dimana undang-undang tersebut menyatakan bahwa penanganan konflik sosial adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam situasi dan peristiwa baik sebelum pada saat,maupun sesudah terjadi konflik yang mencakup pencegahan konflik, penghentian konflik,dan pemulihan pasca konflik.

Amanat UU tersebut juga di tindaklanjuti dengan inpres NO 1 Tahun 2014 tentang penanganan gangguan keamanan dalam negri serta di terbitkannya kebijakan Kapolri berupa Perkap Nomor 8 tahun 2013 tentang teknis penanganan konflik sosial.

Kondisi Kabupaten Buton Utara dengan jumlah penduduknya 66.291 jiwa,terdiri dari enam(6) kecamatan,dua belas(12) Kelurahan,tuju puluh delapan (78)desa Selain didiami oleh suku asli di wilayah Buton Utara juga banyak terdapat suku pendatang sehingga ada kemajemukan dan keberagaman dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menjaga kondisi ketertiban dan keamanan dalam kehidupan sosial masyarakat merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam mencegah terjadinya suatu konflik.Namun untuk mewujudkan kondisi tersebut di perlukan kerjasama antar seluruh unsur strakeholder terkait bersama masyarakat bersama masyarakat sebab masyarakat merupakan elemen penting dalam berperan meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk potensi konflik.

Namun selama ini peran masyarakat masih rendah dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan tempat tinggalnya.sebagian besar masyarakat merasa bahwa menciptakan keamanan dan ketertiban merupakan tugas aparat pemerintah/instansi yang berwenang.sementara di sisi lain penanganan keamanan masih bersifat parsial atau masih di tangani instansi yang berwenan berdasarkan tupoksi masing-masing.

Oleh sebab itu, seluruh pihak perlu menyatukan presepsi untuk mencegah potensi konflik dan menjaga kondisi lingkungan yang aman,tertib,tenang dan nyaman dalam kehidupan sosial masyarakat.

Harapannya dengan lahirnya JAGA Butur (jaringan siaga Buton Utara) akan menjadi
garda terdepan dalam deteksi dini potensi konflik,pencegahan dan penanganan konflik secara cepat.

Oleh : Agus Pria Budiana S.Sos.
NDH : 20

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *