oleh

Bupati Yusran Akbar Sidak Persiapan Pekan Inovasi Konawe 2026, OPD hingga 291 Desa Dituntut Berinovasi

-Konawe-44 views

SULTRAONE.com.KONAWE – Tiga hari menjelang pembukaan Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Konawe 2026, Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST., turun langsung meninjau kesiapan lokasi kegiatan di kawasan Eks MTQ Unaaha, Minggu (8/11/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan kegiatan berskala kabupaten itu berjalan maksimal. Bupati tidak ingin pelaksanaan agenda yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai sektor tersebut berlangsung tanpa kesiapan yang matang.

Di tengah teriknya cuaca dan kesibukan para pekerja yang sedang menyelesaikan pembangunan panggung serta stan pameran berbahan kayu dan bambu, Yusran memantau langsung perkembangan pekerjaan di lapangan.

Ia memastikan seluruh fasilitas pendukung, penataan stan, panggung utama, hingga kebutuhan teknis lainnya dapat diselesaikan sebelum hari pembukaan pada 11 November 2026.

Bagi Yusran, Pekan Inovasi Daerah bukan sekadar agenda seremonial atau pameran rutin pemerintah daerah. Kegiatan ini harus menjadi ruang pembuktian atas berbagai terobosan dan inovasi yang telah dilakukan oleh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, hingga pelaku usaha di Kabupaten Konawe.

Karena itu, seluruh peserta diminta mempersiapkan materi dan inovasi unggulan yang benar-benar memiliki manfaat serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Setiap OPD harus memastikan materi, inovasi, dan program yang akan ditampilkan benar-benar siap untuk diketahui dan dinilai masyarakat. Jangan menganggap ini agenda biasa,” tegas Yusran saat melakukan peninjauan lokasi.

Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Konawe 2026 dijadwalkan berlangsung selama 11 hari, mulai 11 hingga 21 November 2026, dengan mengusung tema “Inovasi Daerah untuk Negeriku, Konawe Bersahaja.”

Kegiatan ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Kabupaten Konawe dalam memperkenalkan berbagai hasil inovasi, kreativitas, serta terobosan pembangunan kepada masyarakat.

Sedikitnya 436 peserta dipastikan terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 28 kecamatan, 57 kelurahan, 291 desa, instansi vertikal, perusahaan swasta, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kabupaten Konawe.

Besarnya jumlah peserta tersebut menunjukkan bahwa Pekan Inovasi Daerah tidak hanya melibatkan lingkungan birokrasi pemerintahan, tetapi juga membuka ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

Setiap peserta diharapkan mampu memperlihatkan inovasi unggulan yang telah atau sedang diterapkan di lingkungan masing-masing.

Inovasi yang ditampilkan tidak harus selalu berbasis teknologi digital. Terobosan nondigital yang memiliki dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi, maupun penyelesaian persoalan di tingkat desa dan kelurahan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya datang untuk melihat stan pameran, tetapi juga dapat mengetahui berbagai perubahan dan terobosan yang telah dilakukan pemerintah daerah.

Peninjauan langsung oleh Bupati pada H-3 menjadi perhatian serius bagi seluruh perangkat daerah dan peserta kegiatan.

Yusran menginginkan seluruh OPD bergerak bersama, membagi tanggung jawab sesuai tugas dan fungsi masing-masing, serta memastikan setiap kebutuhan teknis maupun substansi pameran dapat diselesaikan tepat waktu.

Menurut arah kebijakan yang ditekankan dalam peninjauan tersebut, setiap peserta harus memiliki materi yang jelas, inovasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta kemampuan menjelaskan manfaat program kepada masyarakat.

Pemerintah daerah tidak menginginkan inovasi yang hanya terlihat menarik secara visual, tetapi tidak memiliki manfaat konkret bagi masyarakat.

Pekan Inovasi Daerah harus menjadi kesempatan bagi setiap OPD, kecamatan, kelurahan, dan desa untuk menunjukkan hasil kerja, kreativitas, serta kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk melihat dan menilai secara langsung sejauh mana inovasi pemerintah daerah memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan publik dan pembangunan.

Salah satu aspek menarik dalam pelaksanaan Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Konawe 2026 adalah keterlibatan pelaku UMKM yang mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk unggulan mereka.

Kehadiran UMKM bukan sekadar pelengkap kegiatan pemerintahan. Mereka menjadi bagian penting dari ekosistem inovasi daerah, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat daya saing produk lokal.

Melalui stan pameran yang disediakan, para pelaku UMKM memiliki kesempatan memperkenalkan berbagai produk unggulan kepada masyarakat luas.

Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana promosi, memperluas jaringan pemasaran, membangun relasi bisnis, serta membuka peluang pasar baru bagi produk-produk lokal Konawe.

Dalam konteks visi pembangunan Konawe Bersahaja, penguatan UMKM memiliki posisi strategis sebagai salah satu penopang ekonomi kerakyatan.

Pemerintah daerah mendorong agar kreativitas dan inovasi yang ditampilkan pelaku usaha tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan, produktif, dan memiliki daya saing.

Dengan keterlibatan UMKM, Pekan Inovasi Daerah diharapkan mampu mempertemukan inovasi pemerintahan dengan kreativitas ekonomi masyarakat.

Pekan Inovasi Daerah 2026 juga dirancang sebagai ajang evaluasi dan kompetisi inovasi antarpeserta.

Panitia telah menyiapkan sistem penilaian dengan sejumlah indikator yang menitikberatkan pada kualitas inovasi, kemampuan peserta menyampaikan informasi, kreativitas penataan stan, hingga interaksi dengan pengunjung.

Adapun komposisi penilaian yang disiapkan meliputi:

Substansi inovasi sebesar 40 persen, menilai kualitas, kebaruan, relevansi, serta manfaat inovasi yang ditampilkan.

Presentasi dan edukasi sebesar 30 persen, menilai kemampuan peserta menjelaskan inovasi serta memberikan pemahaman kepada pengunjung.

Visual dan kreativitas stan sebesar 20 persen, menilai daya tarik, penataan, dan kreativitas tampilan pameran.

Interaktivitas dengan pengunjung sebesar 10 persen, menilai keterlibatan peserta dalam memberikan pelayanan informasi dan berkomunikasi dengan masyarakat.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa kualitas substansi inovasi menjadi unsur paling dominan dalam penilaian.

Artinya, peserta tidak cukup hanya menghadirkan stan yang menarik dan dekorasi yang meriah. Mereka juga harus mampu membuktikan bahwa inovasi yang dipamerkan memiliki dasar, tujuan, serta manfaat yang jelas.

Setiap peserta, mulai dari OPD hingga pemerintah desa, diwajibkan menyiapkan minimal satu inovasi unggulan, baik berbasis digital maupun nondigital, yang telah atau sedang diterapkan di wilayah masing-masing.

Pelaksanaan Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Konawe 2026 juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, yang menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan dan menerapkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Konawe ingin mendorong lahirnya terobosan baru dalam tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Inovasi tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab OPD tertentu, tetapi harus menjadi budaya kerja yang tumbuh di seluruh tingkatan pemerintahan, termasuk kecamatan, kelurahan, dan desa.

Dengan keterlibatan 436 peserta, Pekan Inovasi Daerah diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus sarana memperlihatkan berbagai praktik baik yang dapat dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain.

Dengan waktu persiapan yang tersisa tiga hari, seluruh peserta kini dituntut bergerak lebih cepat untuk menuntaskan berbagai kebutuhan menjelang pembukaan.

Peninjauan langsung Bupati Yusran Akbar menjadi penegasan bahwa kegiatan ini harus dipersiapkan secara serius, baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun kualitas inovasi yang akan ditampilkan.

Lebih dari sekadar kemeriahan pameran, Pekan Inovasi Daerah Konawe 2026 diharapkan mampu memperlihatkan wajah pemerintahan yang kreatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Keterlibatan ratusan peserta dari berbagai unsur juga menjadi peluang untuk memperkuat kolaborasi pembangunan, termasuk memberikan ruang lebih besar bagi UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan Pekan Inovasi Daerah tidak hanya diukur dari banyaknya stan, megahnya panggung, atau tingginya jumlah pengunjung.

Ukuran terpentingnya adalah sejauh mana inovasi yang diperkenalkan mampu memberikan manfaat, meningkatkan pelayanan, membuka peluang ekonomi, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Kabupaten Konawe.

Melalui semangat “Inovasi Daerah untuk Negeriku, Konawe Bersahaja,” Pemerintah Kabupaten Konawe ingin menjadikan agenda 11–21 November 2026 tersebut sebagai momentum memperlihatkan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan kreativitas, terobosan, dan inovasi yang benar-benar dirasakan masyarakat.( Red/SO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *