SULTRAONE.com.KONAWE – Anggota DPRD Kabupaten Konawe dari Fraksi PDI Perjuangan, RafiQ Sepdian Poseno, ST, kembali melaksanakan kegiatan Reses II Tahun Anggaran 2026. Kali ini, reses digelar di titik terakhir, yakni Kelurahan Andabia, Kecamatan Anggaberi, Jumat (13/02/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri langsung oleh Lurah Andabia, Tuti Sumanti, S.Sos., M.Si., aparat kelurahan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat Kelurahan Andabia yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan mereka.
Dalam sambutannya, RafiQ Sepdian Poseno yang merupakan politisi PDI Perjuangan dan anggota DPRD Konawe Daerah Pemilihan (Dapil) I menegaskan bahwa reses menjadi momentum penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

“Reses ini bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat. Apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan warga akan kami kawal dan perjuangkan sesuai mekanisme yang ada,” ujar RafiQ di hadapan warga.
Jalan Umum Jadi Keluhan Utama Warga
Dalam sesi dialog, masyarakat Kelurahan Andabia menyampaikan sejumlah persoalan mendesak.
Salah satu yang paling banyak disoroti adalah kondisi jalan umum yang kerap terdampak banjir saat musim hujan dan berdebu parah ketika musim kemarau.

Warga mengeluhkan bahwa saat hujan turun, beberapa ruas jalan tergenang air sehingga mengganggu aktivitas harian, termasuk akses anak-anak ke sekolah dan mobilitas masyarakat untuk bekerja.
Sebaliknya, saat musim kemarau, debu tebal yang beterbangan dinilai mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.
“Kami berharap ada perhatian serius terhadap perbaikan jalan di Andabia. Setiap hujan pasti banjir, kalau kemarau debunya sangat mengganggu,” ungkap salah satu warga dalam forum tersebut.
Menanggapi hal itu, RafiQ menyampaikan bahwa persoalan infrastruktur dasar seperti jalan merupakan kebutuhan prioritas yang harus segera diperjuangkan. Ia berkomitmen untuk membawa aspirasi tersebut dalam pembahasan di DPRD bersama pemerintah daerah.
Krisis Air Bersih, PDAM Dinilai Minim Perhatian
Selain persoalan jalan, warga juga menyuarakan keluhan terkait pelayanan air bersih. Mereka mengaku hingga kini belum mendapatkan perhatian maksimal dari PDAM, sehingga kebutuhan air bersih masih menjadi masalah serius di Kelurahan Andabia.
Beberapa warga bahkan menyebutkan bahwa mereka masih mengandalkan sumber air alternatif yang kualitas dan ketersediaannya tidak selalu terjamin, terutama saat musim kemarau.
“Air bersih ini kebutuhan utama. Kami berharap ada solusi nyata dari pemerintah daerah melalui PDAM,” kata warga lainnya.
RafiQ menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan hak dasar masyarakat.
Ia berjanji akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar persoalan ini dapat segera dicarikan solusi, baik melalui perluasan jaringan PDAM maupun alternatif program penyediaan air bersih lainnya.
Minimnya Staf Kelurahan Jadi Perhatian
Dalam reses tersebut juga terungkap persoalan internal pemerintahan di tingkat kelurahan. Warga menyampaikan bahwa saat ini Kelurahan Andabia dinilai kekurangan staf, sehingga beban pelayanan dan administrasi lebih banyak ditangani langsung oleh lurah.
Kondisi tersebut dinilai dapat mempengaruhi efektivitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Menanggapi hal itu, RafiQ menyebut bahwa penguatan kelembagaan dan sumber daya aparatur di tingkat kelurahan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami akan menyampaikan persoalan ini kepada pihak terkait agar ada perhatian terhadap kebutuhan staf di Kelurahan Andabia, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” tegasnya.
Komitmen Kawal Aspirasi Hingga Terealisasi
Sebagai wakil rakyat dari Dapil I, RafiQ Sepdian Poseno menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia berharap sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dapat mempercepat realisasi program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Kegiatan reses di Andabia ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Reses II Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan RafiQ di sejumlah titik di wilayah Dapil I.
Ia mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstruktif.
“Terima kasih atas kepercayaan dan masukan dari masyarakat. Ini menjadi energi bagi kami untuk terus bekerja dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Dengan berbagai aspirasi yang telah dihimpun, masyarakat Kelurahan Andabia kini berharap adanya langkah nyata dan perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, serta penguatan pelayanan di tingkat kelurahan.(Red/SO)









Komentar