oleh

Kader PMII Harus Berwawasan Luas dan Berkontribusi untuk Daerah

-Konawe-737 views

SultraOne.com.Konawe – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai generasi muda harus memiliki wawasan yang luas dan peka terhadap berbagai isu kekinian. Baik lokal, nasional hingga dunia. Dan siap berkontribusi kepada kemajuan daerah.

Terkait pemahaman itu saya kira akan menghasilkan anak muda Indonesia, anak muda Konawe yang hebat yang sesuai zamannya sehingga nanti pada era 2045, kita akan mengambil peran estafet untuk memberikan kontribusi untuk daerah.

sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus memiliki empat karakter.

Pertama, kita harus bisa dan mampu menjadi pemimpin dan ahli di semua bidang, khususnya bidang-bidang yang dibutuhkan di masa depan. Misalnya, Data Science, Information Technology, Artificial Intelligence, Machine Learning, Cyberwarfare, Geopolitics, Diplomacy, sosial politik, ekonomi, business intelligence, keamanan, dan tentu saja agama sebagai inspirasi.

“Kedua, kita sebagai kader PMII harus bisa bersosialisasi, mengetahui dan memahami apa yang dikehendaki masyarakat, serta mengambil peran aktif lebih banyak sebagai agent of change di masyarakat,
menghadirkan alternatif-alternatif penyelesaian masalah bagi masyarakat, dan bukan justru menjadi masalah bagi masyarakat,

Ketiga, sebagai kader PMII harus bisa belajar memahami dan menganalisis konteks suatu masalah dengan baik dan komprehensif. Pemahaman akan konteks atas suatu masalah, baik lokal, nasional maupun global, butuh pengetahuan dan bacaan yang luas dan dalam, butuh kehati-hatian, tidak grusa-grusu cepat menyimpulkan.

“Keempat, sahabat-sahabati kader PMII harus sadar kita saat ini hidup di dunia yang mengalami disrupsi digital, dan semua hampir terdigitalisasi. Setiap gerakan, termasuk di dalamnya ucapan, sikap, dan perbuatan serta karya sahabat-sahabati hari ini akan memiliki jejak digital, yang dapat dibaca oleh publik. Jangan sampai karena kebodohan atau kekuranghati-hatian atau kekhilafan, sahabat-sahabati menyesal kemudian hari atau bahkan merugikan diri sendiri

jika semua harus dihitung dan dianalisis dengan cepat dan tepat, penuh kehati-hatian, dialektis serta kritis (termasuk terhadap sahabat sahabati sendiri), khususnya terkait positioning atas sesuatu. Apalagi, jika itu terkait hal-hal yang bersifat politik.

Jika kader PMII sudah memiliki 4 karakter penting tadi, maka kader PMII harus bisa bertransformasi menjadi one organized community. Satu jam’iyah yang satu dan sama. Ibarat kereta api, bergerak cepat, tepat waktu dan tak berhenti sebelum sampai tujuan

Penulis: MUH IDWAN AGUS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *