oleh

Pemdes dan Gapoktan Rubah Persawahan Jadi Lokasi Tanaman Palawija.

-Konawe-686 views

SultraOne.com.Konawe- Pemerintah Desa Ameroro bersama Gapoktan Maharani serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Uepai rubah lahan persawahan jadi lokasi tanaman palawija,alih fungsi lahan persawahan itu karena sedang diperbaikinya jaringan irigasi yang menyebabkan petani tidak bisa lagi bersawah menanam padi.

Lahan persawahan yang sebelumnya ditanami padi diganti dengan tanaman palawija,kurang lebih ada sekira 30 hektar lahan yang dimanfaatkan secara mandiri para petani di Ameroro untuk ketahanan pangan ini.

Ketua Gapoktan Maharani, Tona Tabije mengatakan,ada beberapa jenis palawija yang ditanam dilahan ini,ada jagung yang bervariasi, semangka, labu, timun, cabai, kacang panjang, kacang tanah, kacang ijo,perbaikan jaringan irigasi membuat para petani terkendala air untuk padi sawah.

Lanjutnya,dilakukan musyawarah desa agar lahan persawahan ini kembali produktif,kami termotivasi untuk mengadakan penanaman palawija ini kebetulan untuk program ketahanan pangan desa. Daripada lahan ini dia kosong lebih baik kami manfaatkan

“Pengadaan bibit palawija yang ditanam ini juga dilakukan secara mandiri oleh kelompok tani,Pasalnya pengadaan bibit melalui dana desa setempat terkendala anggaran yang belum cair,nantinya setelah dana desa dicairkan, pembiayaan yang telah dikeluarkan petani bisa digantikan”,kata Tona

Tona menambahkan,Rencana pemasarannya pihaknya juga akan mengupayakan melalui satu pintu agar para petani tidak dirugikan,kami berharap kedepan sistem pertanian ini terus berlanjut dengan selang-seling padi dan palawija dengan indeks pertanaman (IP) tiga kali setahun.

Ditempat yang sama,Kepala Desa Ameroro, Binarti mengatakan, program ketahanan pangan dengan memanfaatkan 30 hektar lahan persawahan menjadi tanaman palawija ini sesuai dengan peruntukan dana desa 20 persen untuk ketahanan pangan.

Lanjutnya,kami kerjasama dengan petani untuk ketahanan pangan sebesar 20 persen dari dana desa,

“Para petani juga akan kembali menjadikan lahan persawahan ini sesuai fungsinya saat 1 Mei 2023 mendatang”,ungkapnya

Pasalnya pengerjaan jaringan irigasi di wilayah ini dan pelepasan air untuk para petani dijadwalkan sesuai dengan waktu tersebut,pungkasnya (Red/SO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *