oleh

Ekspos Satu Dekade Kepimpinan Bupati Konawe,KSK : Konawe Merupakan Salah Satu Dari 4 Pilar Penting.

-Konawe-658 views

SultraOne.com.Konawe- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Konawe khususnya Badan perencanaan dan pembangunan daerah (BAPPEDA) Konawe, dalam kegiatan expose satu dekade kepemimpinan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) di salah satu hotel di Unaaha, Kamis (2/3/23).

Dalam kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tenggara, J Robert,Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara, Agnes Widiastuti, Ketua DPRD Konawe, Dr Ardin, Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr Ferdinand,Manajemen PT VDNI dan PT OSS, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Konawe, Camat, Lurah dan Kepala Desa se Kabupaten Konawe

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dalam sambutannya mengatakan, kesuksesan dalam membangun Kabupaten Konawe ini tidak terlepas dari komitmen dan konsistensi semua pihak dalam menjalankan strategi yang dibangun bersama.berangkat dari filosofi sederhana yang sering saya sampaikan yakni kita harus memastikan masyarakat bisa makan yakni bermakna sebagai komitmen untuk membangun kesejahteraan ekonomi, bisa sekolah dan masyarakat kita sehat bermakna komitmen membangun sumber daya manusia yang handal

“filosofis itu dirumuskan dalam langkah-langkah strategis,Konawe merupakan salah satu dari 4 pilar penting.
diawal menjabat sebagai bupati adalah ingin membangkitkan berkontribusi besar bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” sebutnya,berangkat dari niat tulus itu, pihaknya merancang visi dan misi Kabupaten Konawe yang menjadi cikal bakal mimpi semua pihak mewujdukan Konawe gemilang”,kata Bupati

Berikut empat strategi yang dilakukan pemerintahan Bupati Kery dalam membawa kejayaan di Konawe:

Pertumbuhan, strategi ini menekankan pada upaya berkualitas mendorong melalui upaya pertumbuhan ekonomi yang mendorong investasi pada sektor-sektor strategis daerah dan pemanfaatan potensi unggulan mewujudkan daya saing yang handal.

Pemerataan, menekankan pada upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah.

Kemandirian, strategi ini didorong dalam rangka memacu kapasitas daerah dalam mewujudkan daya saing dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.

Integratif, strategi mendorong pembangunan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan melibatkan peran bersama baik Pemda Konawe, Pemprov Sultra, pemerintah pusat dan swasta.

Bupati Kery menerangkan, pada saat awal menjabat, pihaknya melanjutkan pembangunan ini dengan kondisi yang tidak ideal dimana saat itu.

Pertumbuhan ekonomi bahkan turun pada level -7.86 persen, angka kemiskinan masih mencapai 16.58 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) baru mencapai 68.23 dengan status IPM sedang.

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) baru mencapai 65,06 persen, pendapatan per kapita penduduk baru mencapai 19,4 juta/kapita/tahun atau hanya 1,6 juta/kapita/bulan.

Serta Kabupaten Konawe masih masuk sebagai kategori daerah tertinggal.

“Demikian halnya kondisi penyelenggaraan pemerintahan di daerah masih belum memenuhi prinsip-prinsip akuntabilitas yang baik bpk keterangan wajar dengan pengecualian (WDP),” terangnya.

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur dasar dimasifkan untuk memperlancar aksebilitas masyarakat terutama di daerah-daerah produksi.

Sehingga diawal-awal pemerintahan, lanjut Bupati Kery, pihaknya berfokus membangun desa kemudian baru di dua tahun terakhir ini dilanjutkan dengan membangun Kota Unaaha.

“Selama kepemimpinan kami, kami sudah meningkatkan kualitas jalan sebesar 68.56 persen atau 537.5 Km dari sebelumnya panjang jalan dalam kondisi baik baru mencapai 31.5 persen atau 247,27 Km, pembangunan sarana air bersih sebanyak 9.424 unit, fasilitas sanitasi 842 unit, drainase sepanjang 37.502 meter,” lanjutnya.

Pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 1.500 unit, revitalisasi Kota Unaaha seluas 2 hektar.

Selanjutnya, pembangunan infrastruktur pertanian terdiri dari 42 unit embung, jalan usaha tani sebanyak 436 paket atau 87 Km, irigasi tersier sebanyak 348 unit.

Masih dalam rangka pemerataan aksebilitas, Pemkab Konawe telah mendorong pembangunan BTS untuk sarana telekomunikasi di enam wilayah kecamatan dimana sebelumnya keenam wilayah tersebut belum terdapat SIGNAL telepon dan internet.

Bahkan, Kecamatan Routa telah berhasil didorong percepatannya untuk memperoleh layanan listrik oleh PLN.

“Sehingga warga masyarakat Routa yang selama ini belum merasakan layanan listrik kini telah memperoleh layanan sebagaimana mestinya,” ucap Bupati Konawe dua periode ini.

Integrasi pembiayaan pembangunan berhasil dorong Pemkab Konawe melalui Proyek Strategis Nasional pembangunan Bendungan Ameroro dua dan pembangunan Bendungan Pelosika.

Hal ini dilakukan untuk memastikan dalam jangka panjang tersedia.

Selanjutnya untuk pembangunan bidang pendidikan, Pemkab Konawe memberikan beasiswa bagi S1, S2 dan S3, pengentasan putus sekolah dengan program paket A, paket B dan paket C.

Rehabilitasi sekolah sebanyak 560 unit, pemberian bantuan peralatan teknologi informasi sebanyak 182 unit.

Pembangunan PAUD sebanyak 275 unit, penyediaan tenaga pendidik dimana Tahun 2013 guru TK hanya sebanyak 207 guru.

Pada Tahun 2022 telah mencapai 583 guru, guru SD Tahun 2013 hanya sebanyak 1.639 guru. Tahun 2022 sudah mencapai 2.228 guru, guru SMP Tahun 2013 hanya sebanyak 557 guru pada Tahun 2022 telah mencapai 991 guru.

Dibidang kesehatan, peningkatan signifikan dapat disaksikan dimana telah membangun BLUD RSUD menjadi rumah sakit rujukan yang telah mendapat akreditasi paripurna.

Pemkab Konawe juga telah membangun dan merehabilitasi 24 puskesmas dari 29 puskesmas yang ada.

Kita juga telah menyediakan ambulance bagi seluruh puskesmas di Kabupaten Konawe dan menyediakan fasilitas berobat gratis bagi masyarakat kurang mampu,pungkasnya (Red/SO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *