oleh

Peledakan Batu di Desa Napoosi,Imran Leru : PT.BRP Harus Bertanggung Jawab Dampak Kerugian yang di Timbulkan Kepada Masyarakat Lokal

-Konawe-1,340 views

SultraOne.com.Konawe – Peledakan batu (tambang gol. C) di Desa napoosi kecamatan onembute kab konawe oleh PT.Basuki Rahmanta Putra (BRP) menjadi perhartian LSM Simpul Masyarakat Anti Korupsi Dan Pemantauan Lingkungan Hidup (Simaklah)

Ketua LSM Simpul Masyarakat Anti Korupsi Dan Pemantauan Lingkungan Hidup (Simaklah),Imran Leru dalam pres rilisnya mengatakan terkait peledakan gunung kouhu di desa napoosi kecamatan onembute oleh PT. Basuki Rahmanta Putra (BRP) mendesak pihak terkait untuk melakukan pengawasan secara ketat kegiatan peledakan gunung untuk kegiatan komersialisasi apalagi kawasan tersebut terintegrasi dgn rawa aopa.

“Jangan hanya mau memberikan izin peledakan tapi tidak di barengi dengan tanggung jawab pengawasan, inikan naif namanya”.kata Imran Leru

Lanjut Imran Leru,seharusnya dalam proses peledakan gunung batu pengawasannya harusnya terhimpun dalam satu tim,tentu harapan kita semua agar proses peledakan tersebut memenuhi syarat yg ditentukan sekaligus dapat meminimalisir dampak negatif yg akan ditimbulkan di lapangan.

“Peledakan gunung batu itu harus memperhitungkan mulai teknik peledakan, dampak peledakan, suara ledakan yg di timbulkan, getaran ledakan dan lain lain yg bisa berdampak pada lingkungan, sehingga kelalaian itu dapat di minimalisir”tegasnya

Imran Leru menambahkan, karena peledakan gunung batu itu sudah memberikan dampak yg merugikan bagi masyarakat lokal, maka pihak PT. Basuki Rahmanta Putra (BRP) harus bertanggung jawab terhadap dampak kerugian yg di timbulkan kepada masyarakat lokal, sekaligus kita desak institusi terkait untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap objek yg di maksud.

“Jangan ada pemahaman bahwa negeri ini hanya di miliki segelintir elit, rakyat hanya di jadikan objek tapi bukan subjek pembangunan, konsistensi penegakan aturan itu jangan hanya berani pada tataran konsep tapi kontekstualnya nihil”.tutupnya

Laporan : Mahmud.Tahir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *