oleh

Wakil Bupati Konawe GTS Hadir Dalam Rangka Panen Padi di Demplot Waworoda Jaya

-Konawe, Lipsus-1,045 views

SultraOne.com.Konawe – Padi di lahan percontohan (demplot) sawah yang berada di desa Waworoda Jaya kecamatan Tongauna Utara telah dipanen, Selasa (30/3). Demplot seluas satu hektare tersebut digarap petani setempat menggunakan pupuk cair Biosel-SR2020. Pupuk cair itu disebut-sebut meningkatkan produktivitas pertanian khususnya padi.

Wakil Bupati (Wabup) Konawe Gusli Topan Sabara mengatakan, penggunaan pupuk jenis Biosel-SR2020 pada demplot di desa Waworoda Jaya, begitu menggembirakan. Sesuai proyeksi, gabah yang dihasilkan dari penggunaan pupuk itu mencapai 8 ton per hektare.

“Mewakili Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, kami atas nama pemerintah daerah merasa bahagia karena kita kembali memasuki musim panen padi. Padi yang kita panen hari ini (Selasa, red) cukup melimpah dan memiliki kualitas yang baik,” ujar Gusli Topan Sabara, disela-sela kegiatan panen padi di demplot Waworoda Jaya.

Politikus PAN Konawe itu menyebut, persoalan yang dihadapi petani terkadang membuat pemerintah kabupaten (pemkab) Konawe bersedih hati. Misalnya terkait stok pupuk subsidi yang terbatas, pestisida, serta persoalan lain yang selalu ditemui petani saat menggarap sawah.

“Apalagi sekarang mau masuk musim penghujan. Ini masalah lagi untuk petani kita di Konawe. Tapi yang paling penting memang adalah masalah pupuk ini harus segera kita atasi,” tuturnya.

Gusli menambahkan, salah satu solusi mengatasi persoalan pupuk di Konawe yakni dengan membentuk konsorsium Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Menurutnya, sebagian duit dana desa (DD) dapat dititip di konsorsium tersebut sebagai modal petani untuk digunakan membeli pupuk saat hendak menggarap sawah. Ia yakin dengan adanya konsorsium Bumdes itu, persoalan yang kerap dihadapi petani bisa segera tertangani dengan cepat.

“Seingat saya sudah hampir sepuluh kali saya ingatkan agar dibentuk konsorsium Bumdes. Dalam beberapa kesempatan bertemu camat atau kepala desa (Kades), saya selalu ingatkan hal itu. Saya beri contoh, ada 60 desa di 4 kecamatan misalnya Tongauna, Tongauna Utara, Abuki dan Padangguni, ingin membentuk satu konsorsium Bumdes. Kita titip saja Rp 200 juta per desa dikalikan 60 desa, jumlahnya sudah Rp 12 Miliar. Dana ini bisa disimpan di konsorsium dan ditunjuk orang-orang profesional untuk mengelolanya,” terang mantan Ketua DPRD Konawe itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe Muhammad Akbar menuturkan, sektor pertanian memang menjadi salah satu andalan pemkab Konawe. Sebab, mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah baik ditingkat Sultra maupun nasional. Ia menyebut, sawah yang dipanen di desa Waworoda Jaya merupakan demplot binaan pemkab Konawe. Penanaman padi di demplot tersebut untuk menguji efektivitas pupuk organik cair Biosel-SR2020.

“Pupuk tersebut bisa dipakai untuk semua jenis tanaman jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. Kita proyeksi panennya bisa sampai 8 ton gabah per hektare,” tandas Muhammad Akbar. ( SO/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *