oleh

Terkait Kedatangan 500 TKA, Ketua PMII Buton; Ini Termasuk Kejahatan Kemanusiaan

-Buton-774 views

SultraOne.Com, Buton – Wabah Corona Virus Disease (covid-19) yang melanda dunia, sangatlah berat dan menempatkan Indonesia diurutan pertama terbanyak masyarakatnya yang terpapar Virus ini di Asia Tenggara.

Kondisi ini membuat negara yang kita cintai ini lumpuh dalam segala aspek, terutama aspek ekonomi yang membuat banyak perusahaan terpaksa tutup atau memutuskan hubungan Kerja dengan karyawan (PHK).

Disaat Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi covid-19, masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) malah disibukkan dengan masuknya TKA sebanyak 500 yang akan bekerja di PT. VDNI. hal ini kemudian menuai kritik dari berbagai pihak salah satunya dari Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kabupaten Buton Ahmad Sayudin.

Menurut Sayudin, Badan Pusat Statistik di Provinsi Sulawesi Tenggara jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per bulan Februari 2020 sebanyak 41,772 orang. Rabu, 24 Juni 2020.

“Angka ini sangat mungkin akan bertambah disutasi pandemi ini, maka seharusnya Pemerintah Provinsi Sultra mencari solusi untuk menekan laju pertambahannya,” ungkap Ahmad Sayudin.

Ketum PMII Cabang Buton kemudian menambahkan, bahwa dengan masuknya TKA asing di Sultra di tengah pandemi ini merupakan suatu kejahatan kemanusiaan

“Sebab masyarakat Sultra saat ini sedang mengalami situasi krisis ekonomi akibat pandemi. Mulai dari yang Kehilangan Pekerjaan akibat PHK atau akibat dari kebijakan pemerintah yang membatasi aktivitas diluar rumah sehingga toko atau pedagang kecil terpaksa menutup dagangannya,” tambah Ahmad Sayudin

Berdasarkan kondisi tersebut Ketum PMII Cabang Kabupaten Buton menilai pemerintah tidak berperikemanusiaan, jika tetap mengizinkan TKA masuk Sultra.

“Jika pemerintah tetap mengizinkan TKA masuk Sultra dimasa pandemi ini, yang dimana masyakat Sultra kondisi masih membutuhkan solusi masalah ekonomi, Maka hal itu sangatlah tidak manusiawi,” pungkasnya.

Laporan : Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *