oleh

Aparat diduga Terlibat Pemback Up llegal Mining PT BAM, Pimpinan Polri Diminta Tindak Tegas Oknumnya

-Konut-1,148 views

SultraOne.Com,KONUT – Penambang Lahan Koridor (Pelakor) di Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat eksis melakukan kejahatannya.

Dugaan Aktivitas penambangan ilegal tak mungkin berjalan lancar apabila tidak ada dukungan dari oknum aparat keamanan, hingga senter adanya oknum Himpunan Pengusaha Tolaki Kabupaten Konawe Utara (HIPTI Konut) ikut andil.

Dugaan ini dijelaskan oleh Andi Arman manggabrani selaku Koordinator Front Pemuda dan Mahasiswa Konawe Utara (FPMKU),

Melalui pengaduan masyarakat yang dilakukannya, Arman mengungkapkan bahwa, dibalik mulusnya aktivitas PT Bintang Anoa Mineral (BAM) di kawasan hutan lindung Blok 90 Lasolo wilayah Iup PT Antam Tbk eks PT Malibu, ada endusan dugaan oknum aparat penegak hukum yang membekingi Aktivitas pertambangan llegal PT BAM.

“Ada Oknum APH yang membekingi, tapi saya belum bisa menjelaskan nama orangnya, identitasnya masih dirahasiakan dan pastinya nanti bakal ketahuan,” Ucap Andi Arman, Selasa (06/09/2022).

Arman menuturkan, fungsi oknum tersebut sebagai aparat penegak hukum sangat jelas telah melanggar regulasi peraturan perundang-undangan sebab melakukan fungsi ganda, Kemudian Dugaan kongkalikong pihak Hipti Konut sangat kuat untuk memuluskan aktivitas bengis mereka.

“Tentunya mereka sudah melanggar Undang-undang yang berlaku dan merugikan Negara. yang kami ketahui saat ini ada orang yang dipercayai sebagai pelaksana lapangan yaitu saudara H. Nanang,” terangnya.

Aktivis putra asli konut ini berharap kepada Pimpinan Polri untuk menindak tegas oknum aparat yang diduga mendukung operasional tambang ilegal.

“Kami minta ketegasan pimpinan Polri untuk melakukan penertiban terhadap oknum-oknum yang mem-backup pertambangan ilegal diwilayah konawe utara,” harap Andi Arman.

Arman kembali menjelaskan bahwa, saat ini pihaknya masih menunggu pemanggilan dari Mabes Polri, KLHK RI dan Kejagung RI sebagai tindak lanjut dari aduan yang dilayangkan beberapa hari lalu.

“Ditempat pengaduan kami sudah berdiskusi untuk sesegera mungkin di proses  cepat, pihak kami juga telah menjelaskan secara terang-terangan terkait oknum-oknum yang kami maksud,” tutupnya.

Di tempat terpisah, hal senada juga disampaikan oleh ketua Asosiasi Kajian Hukum Pertambangan Sulawesi Tenggara (AKHP Sultra), Jubaruddin, membeberkan, dibalik eksistensi “Pelakor” PT BAM disinyalir ada pembackup  aparat penegak hukum.

Kata Jubaruddin, Aparat tersebut berinisial ES. Kemudian oknum itu bersama salah satu anggota Hipti Konut melakukan penggarapan lahan koridor di Bumi Oheo, hal itu tentu menjadi pertanyaan besar bagi Dinas Kehutanan Sultra.

“Dugaan kami Dinas Kehutanan Sultra main mata dengan PT BAM, karena sampai sekarang PT BAM ini masih eksis menggarap lahan koridor diwilayah konut,” kata Jubarudin melalui sambungan via telfon.

Jubardin menambahkan, jika dalam waktu singkat dinas kehutanan belum juga bertindak, maka jelas instansi tersebut patut diduga turut serta terlibat dalam pemback sperti oknum APH lainnya

“Kita liat saja nanti endingnya seperti apa,” cetusnya

 

Laporan:Wiwin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *